31 Cara Berkendara Motor yang Baik dan Benar

Motorisblog.com – Om Bro/Sista sekalian! Mtb bukan akan bicara perkara cara berkendara motor yang baik dan benar menurut pengertian dari para ahli saha. Mtb akan bicara tentang teori dari berbagai sumber yang telah Mtb buktikan manfaatnya selama puluhan tahun. Dari mulai perjalanan harian jarak dekat, hingga solo touring ratusan kilometer.

Selayaknya manusia biasa, ketika kita baru belajar menggunakan motor, maka kita belum tahu cara berkendara motor di jalan raya.

Ada banyak hal yang harus kita fahami, karena di jalan raya, kita tidak sendirian. Maka selain harus menjaga keselamatan diri, kita juga harus menjaga agar tidak membahayakan orang lain.

Pemeriksaan Sebelum Berkendara

Kebanyakan orang, mereka mengabaikan tahapan ini. Rata-rata langsung start dan meluncur berangkat. Mereka tidak memastikan apakah si motor ada dalam kondisi aman atau tidak, sebelum memulai perjalanan.

1. Periksa Sisa BBM

Pastikan bensin motor Om Bro mencukupi untuk menempuh perjalanan yang Om Bro tuju. Jika tampaknya kurang, lakukan pengisian bahan bakar melalui SPBU terdekat.

Jaga agar jumlah bahan bakar tidak sampai kurang dari seperempat kapasitas tangki.

Kondisi motor kehabisan bensin dapat memicu kerusakan injektor. Sedangkan jika tangki terlalu sering kosong, maka permukaan tangki akan mudah berkarat.

2. Periksa Rem

Pastikan rem motor dapat bekerja dengan baik. Jarak main handle / pedalnya pun harus berada pada kondisi normal (tidak terlalu dalam).

Jarak main normal handel rem adalah 1-2 cm, sedangkan jarak main normal bagi pedal rem belakang (motor manual) adalah 2-3 cm.

Pastikan juga kampas rem masih mumpuni.

Kampas rem yang telah habis jika tidak segera ganti akan merusak piringan cakram ataupun tromol.

3. Periksa Oli Mesin
Lubang oli mesin Honda Vario

Lihatlah pada deepstick (stick penutup lubang pengisian oli), apakah volume oli masih dalam batas anjuran pabrikan atau tidak.

Pastikan mengganti oli sesuai interval anjuran pabrikan. Gunakan oli yang tepat berdasarkan jenis motornya dengan mengikuti sertifikasi JASO MA atau JASO MB.

4. Periksa Ban
ban belakang yamaha aerox 155 vva

Pastikan tekanan angin ban ada dalam kondisi normal. Tidak kempes dan tidak pula terlalu keras.

Ban yang kekurangan tekanan angin akan membuat berkendara limbung, tidak stabil dan beban mesin jadi lebih berat. Sementara tekanan angin yang terlalu keras beresiko pecah ban, juga membuat Om Bro jadi tidak nyaman, terutama saat berkendara melalui jalanan jelek.

Pastikan juga profil ban masih tebal. Segera ganti ban jika telah botak.

5. Periksa Lampu, Sein dan Klakson

Terutama karena saat ini regulasi Pemerintah Indonesia mewajibkan motor untuk menyalakan lampu utama siang-malam.

Fahami juga pentingnya lampu sein. Fahami bahwa berbelok tanpa lampu sein dapat membahayakan keselamatan orang lain.

Perhatikan juga untuk segera mematikan lampu sein setelah berbelok. Jangan sampai lupa membiarkan lampu sein tetap berkedip karena dapat membingungkan orang lain.

6. Pastikan Fungsi Stang Lancar
komstir yamaha mio m3

Ada kalanya komstir sudah tidak bagus lagi. Entah terlalu erat atau terlalu longgar sehingga ada efek koplak.

Jika ada gejala yang tidak beres dengan stang, sebaiknya perbaiki dulu ke bengkel terpercaya.

7. Periksa Kekencangan Rantai Roda

Ini khusus untuk motor manual. Pastikan jarak main bebas rantai berkisar 2 cm – 2.5 cm. Perhatikan juga apakah rantai sudah aus, gigi-gigi sudah aus tajam atau belum.

8. Spion

Gunakan kaca spion yang layak. Sebaiknya tetap gunakan spion standar pabrikan.

Jangan gunakan spion segede upil yang hanya bisa untuk mengintip jerawat doang. Wkwkwkwkwk!

Fahami pentingnya fungsi spion untuk menjaga keamanan dari bahaya benturan dengan pengendara lain. Jadi jangan fikir bahwa spion hanya untuk menghindari tilang polisi saja.

9. Pastikan Grip Gas Berfungsi dengan Baik

Sebelum menghidupkan mesin, coba dulu putara grip gas. Pastikan putarannya lancar, tidak tersendat.

10. Periksa Poros Roda

Jika memungkinkan, lihat sejenak ke arah poros roda. Pastikan poros roda erat dan aman.

Cara Berkendara Motor yang Baik dan Aman

1. Gunakan Helm dan Jaket

Sekali lagi ini bukan perkara tilang polisi. Sadarilah bahwa fungsi helm ialah sebagai pelindung kepala dari benturan ketika terjadi kecelakaan.

Menurut kebanyakan sumber, mayoritas korban fatal dari kecelakaan lalu lintas ialah akibat luka parah pada bagian kepala. So, gunakan helm & jaket.

Jika memungkinkan gunakan juga sepatu dan sarung tangan.

Bermotor menggunakan sepatu lebih aman ketimbang menggunakan sandal.

Jika Om Bro hendak membeli helm atau jaket, pilihlah yang berwarna terang.

Sebisa mungkin menggunakan jaket yang ada reflektornya (yang bisa memantulkan cahaya dari sorot lampu kendaraan lain pada malam hari).

Dengan helm dan jaket berwarna terang, Om Bro jadi mudah terlihat oleh pengendara lain sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan.

2. Ikuti Kecepatan Arus Lalu Lintas

Jangan terlalu cepat dan jangan terlalu lambat. Ikuti rata-rata kecepatan lalu lintas jalanan yang sedang Om Bro lalui.

Berkendara terlalu cepat beresiko menabrak, sementara jika terlalu lambat beresiko tertabrak oleh kendaraan lain.

3. Berkendara dengan Kecepatan Sesuai Lajur Jalan

Jika Om Bro memang harus berkendara lebih cepat, maka pastikan untuk menyalip melalui lajur kanan. Pun jika Om Bro merasa harus berkendara lambat, maka pastikan Om Bro berkendara melaluiblajur kiri. Jangan kebolak-balik lantaran bisa membingungkan pengendara lain.

4. Berkendaralah Sesuai Kemampuan

Jangan seruntulan. Jika Om Bro telah merasa gentar (misalnya) pada kecepatan 60 km/jam, atau Om Bro/Sista merasa motor tidak stabil (misalnya) pada kecepatan 80 km/jam, maka jangan melebihi kecepatan tersebut.

5. Fokus

Jangan melamun saat berkendara.

Ketika Om Bro/Sista berkendara melalui jalan raya, perhatikan ke depan. Fokus. Perhatikan kalau-kalau tiba-tiba ada kendaraan lain yang muncul dari gang.

Begitu pun jika Om Bro hendak keluar dari gang menuju jalan raya, perhatikan dan pastikan bahwa arah kiri-kanan ada dalam situasi aman. Pastikan tidak ada kendaraan lain yang sedang meluncur dengan kecepatan tinggi.

6. Selalu Gunakan Sein saat Hendak Berbelok atau Hendak berpindah Jalur

Bukan hanya saat hendak berbelok, Om Bro juga harus menggunakan lampu sein saat hendak menyalip kendaraan lain dan ketika hendak berpindah lajur. Misalnya dari lajur kiri akan berpindah ke tengah ataupun sebaliknya.

7. Perhatikan Cara Berbelok yang Benar

Mtb sering mendapati orang yang hendak belok kanan tapi ia malah menepi ke sisi kiri dulu lantaran takut.

Sebenarnya itu keliru. Jika Om Bro hendak berbelok ke arah kanan, maka perhatikan dahulu kendaraan lain dari arah belakang melalui spion. Jika aman, nyalakan sein kanan, stay di tengah (pada garis pembatas lajur) dan jika dari arah depan juga telah aman, maka segeralah berbelok.

Perhatikan! Cara berbelok ke kanan dengan menepi dulu ke kiri justru akan membingungkan pengendara lain dari depan dan belakang kita.

8. Perhatikan Cara Rem yang Benar

Pastikan Om Bro selalu menggunakan rem depan dan belakang secara bersamaan.

Penggunaan rem depan saja tanpa rem belakang dapat beresiko motor tergelincir. Sementara penggunaan rem belakang saja tanpa rem depan akan beresiko ban mengalami sliding.

Lakukan pengereman pada kondisi motor tegak.

Ketika melalui tikungan jalan, pastikan Om Bro telah melakukan pengereman sebelum memasuki tikungan. Jangan melakukan pengereman saat menikung, karena posisi motor yang miring saat menikung beresiko sliding.

Jangan rem mendadak lantaran beresiko tertabrak kendaraan lain dari belakang.

Perhatikan juga, sangat hati-hati jika melalui jalanan tanah yang licin karena hujan ataupun jalanan berpasir. Jalan licin atau berpasir seperti itu sangat rentan terjadi sliding.

Sebaiknya kurangi kecepatan supaya dapat melakukan rem secara smooth ketika.

Begitulah cara rem motor yang benar.

9. Jangan Berkendara Motor Tepat di Belakang Mobil

Sebelum faham, dulu Mtb sering melakukan hal ini.

Apa bahayanya?

Dengan berkendara tepat di belakang mobil, maka kita jadi tidak dapat melihat jalanan di depan secara leluasa. Seringkali Mtb mendapati ada lubang jalanan yang tidak terlihat lantaran terhalang mobil.

Dan Om Bro tahu sendiri. Kendaraan roda dua rentan terpelanting jika menghajar lubang jalanan yang cukup dalam.

Jika pun tidak, resiko minimalnya ialah rusak ban dan velg motor.

Solusinya?

Jika memungkinkan, salip mobil tersebut. Namun jika situasinya tidak aman untuk menyalip, maka lebih baik menjaga jarak agak mundur ke belakang.

Selain resiko lubang jalanan, berkendara motor yang terlalu rapat dengan mobil juga beresiko jika sewaktu-waktu si mobil melakukan rem mendadak. Sulit mengendalikan motor jika di depan ada mobil yang rem mendadak.

10. Jangan Memaksa Menyalip Jika Ada Keraguan

Meskipun Mtb anjurkan untuk menyalip mobil di depan, tapi Om Bro harus pastikan bahwa situasi jalanan depan dan belakang kita kosong dan aman untuk menyalip.

Jangan memaksakan diri jika Om Bro tidak benar-benar yakin. Bersabarlah, tunggu sampai situasi benar-benar aman.

Hindari juga menyalip pada tikungan jalan jika Om Bro tidak dapat melihat situasi depan.

11. Jangan Berkendara Sambil Mabok

Namanya orang mabok, entah mabok alkohol ataupun obat-obatan terlarang, jangankan untuk berkendara. Lah wong jalan kaki aja sempoyongan. Betul?

12. Jangan Memaksakan Diri Jika Om Bro Mengantuk

Utamanya pada perjalanan jarak jauh, jangan memaksakan diri berkendara jika Om Bro mengantuk. Lebih bijak rehat dulu di Mesjid atau SPBU. Tidurkan dulu sejenak.

Namun pastikan motor terkunci dan barang-barang berharga semisal ponsel dan dompet ada dalam posisi aman.

13. Jangan Membawa Muatan Berlebih

Normalnya desain motor hanya untuk membawa satu orang pengemudi dan satu orang boncenger saja.

Secara wajar, kapasitas beban motor harian maksimal hanya 125 kg saja.

Jika Om Bro mengangkut barang, pastikan tinggi barang tersebut tidak melebihi tinggi kepala pengendara dan lebarnya tidak melebihi lebar stang.

14. Jangan Melawan Arah

Fahami bahwa melawan arah bukanlah hanya beresiko kena tilang Polisi saja. Melawan arah dapat membahayakan keselamatan berkendara lantaran beresiko tertabrak oleh kendaraan lain yang berada di arah yang benar. Dan jika sudah seperti itu, Om Bro ruginya double.

Lah iya. Sudah salah, celaka pula. Praktis Om Bro harus mengganti kerugian orang lain meskipun (misalnya) ia yang menabrak Om Bro.

Lah iya. Kan Om Bro yang salah.

15. Jangan Masuk ke Jalur Cepat

Di kota-kota besar biasanya ada jalur cepat yang khusus untuk mobil. Jangan memaksa masuk jalur cepat dengan alasan apapun (kecuali hendak putar balik). Resikonya seperti kasus lawan arah, yaitu rugi double.

16. Jangan Bermotor Melalui Trotoar

Sadari bahwa trotoar adalah jalur untuk pejalan kaki. Takutlah. Sekarang pejalan kaki galak-galak. Tambah lagi dengan tren viral melalui sosmed. Maka jangan sampai Om Bro menjadi korban video viral tersebut.

17. Jangan Main hp Sambil Berkendara

Jika hendak membaca atau membalas SMS atau Whatsapp ataupun akan menerima telepon, menepilah dulu. Berhenti dulu. Jangan gaya-gayaan.

Sadar atau tidak, seringkali ngoprek hp membuat berkendara jadi zig-zag, tidak stabil, sehingga sangat berpotensi membingungkan pengendara lain.

18. Jangan Menggunakan Knalpot Bising

Pernah baca berita ada knalpot bising yang disumpal batu oleh tetangganya? Atau berita knalpot bising yang digergaji oleh Polisi?

Naahh. Itu adalah indikasi bahwa knalpot bising sangat mengganggu orang lain. Jangan sampai jidat Om Bro yang disumpal batu oleh orang lain gegara knalpot bising.

19. Jangan Menerobos Lampu Merah

Jangan berdalih situasi kosong, sepi dan aman lantas melakukan pelanggaran. Jika tiba-tiba ada kendaraan lain yang melaju kencang, maka masih seperti kasus tadi, Om Bro rugi double.

20. Jangan Arogan

Sejujurnya, Mtb juga dulu kadang suka arogan, terutama pada mobil-mobil angkutan umum yang seringkali ngetem hingga membuat jalanan macet parah.

Dulu Mtb sering marah-marah pada Angkot-angkot, Mikrolet, Metromini yang berperilaku seperti itu.

Tapi seiring waktu dan bertambahnya usia, Mtb jadi sadar. Apapun alasannya, sikap arogan tetaplah tidak baik karena berpotensi memancing keributan.

21. Lepaskan Pandangan Jauh ke Depan

Poin terakhir dalam cara berkendara motor yang baik adalah, memperluas pandangan.

Dengan jarak pandang yang luas, Om Bro jadi lebih mudah mengantisipasi situasi dan kondisi jalanan. Om Bro pun akan lebih mudah mengetahui situasi sekeliling, termasuk juga situasi persimpangan jalan dan adanya kendaraan lain yang muncul dari dalam gang.

Demikianlah 31 poin cara berkendara motor yang baik dan benar. Semoga bermanfaat. (Mtb).

9 pemikiran pada “31 Cara Berkendara Motor yang Baik dan Benar”

  1. Mantap kak infonya jadi lebih taat aturan yaa. kenalkan saya rita rahayu 1722500162. jangan lupa kunjungi website kampus saya di www atmaluhur ac id

    Balas
  2. Alhamdulillah artikel ini sangat membantu saya dalam memahami prosedur yang benar dalam berkendara di jalan raya
    Terima kasih
    Salam sukses dari saya
    Semoga juga bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan Teruslah berbagi.

    Balas

Tinggalkan komentar