Berapa Lama Inreyen Motor Baru?? Nih, Biar Nggak Salah

Motorisblog.com – Om Bro…!! Sebetulnya kurang tepat sih pertanyaannya… Berapa lama inreyen motor baru?? Seharusnya yang benar adalah, seberapa jauh… bukan seberapa lama. Tapi ngga apa lah ya… Yang penting kita semua tahu maksudnya.

Pada dasarnya inreyen motor matic adalah sama dengan motor manual, yaitu dengan memberikan perhatian ekstra pada 500 km pertama… 1000 km pertama, 2000 km hingga 4000 km pertama.

Itu untuk merk Honda. Sedangkan Yamaha biasanya setiap interval 3000 km.

Mtb pernah mendengar suatu pemikiran yang menyebutkan bahwa cara inreyen motor matic biar kenceng ialah dengan menggeber motor sejak awal turun dari dealer. Asumsi mereka adalah untuk membiasakan part-part dalam mesin supaya terbiasa di geber dengan kecepatan tinggi.

Tapi Mtb sih malah menganggap pandangan tersebut sesat. Mtb lebih percaya pada panduan dari pabrikan lantaran lebih logis bagi nalar Mtb.

Berapa Lama Inreyen Motor Baru??

Kembali pada pertanyaan… berapa lama masa inreyen motor matic / motor manual…??

Begini kisahnya…

Inreyen ialah masa pemakaian awal bagi motor baru… Inreyen alias break-in ialah masa dimana part-part dalam mesin tengah menjalani adaptasi.

Yup… Ketika keluar dari pabrik, meskipun motor-motor jaman now diklaim punya struktrur konstruksi mesin yang presisi… namun tetap susunan part dalam mesin tetap masih kasar.

Part-part dalam mesin cenderung masih mengalami gesekan kasar… Maka dari itu pabrikan selalu menyarankan untuk melakukan inreyen secara benar agar hasilnya optimal.

Caranya ialah dengan tidak menggeber motor… juga tidak membuka gas dan mengerem secara mendadak selama 500 km pertama.

Boleh saja melaju rada kencang, misale sampai 80 km/jam… asalkan jangan sampai mentok gas… dan cara bukaan gasnya pun di urut secara konstan

… jangan di bejek sekaligus.

Tapi tidak seperti motor jaman old juga… dimana ada istilah motor inreyen tidak boleh di pakai berboncengan… harus jalan pelan-pelan dan lain sebagainya…

Lah iya… di era 1990-an banyak ajaran seperti itu… yaitu bahwa motor inreyen “katanya” harus jalan pelan dan tidak boleh berboncengan.

Padahal itu pun sebenarnya keliru…

Serius Om… Mtb sudah membaca buku panduan Honda Astrea Star ketika Mtb masih SD…

Iya… Mtb sudah menyukai dunia persilatan motor sejak masih SD… bahkan sejak Mtb belum bisa mengendarai motor…

Jadi gitu lah yaa…

Sebenarnya sejak era 1990-an pun cara inreyen motor baru tidak se-rumit yang dikatakan banyak orang. Caranya sederhana… …intinya asal jangan dibawa ekstrim saja sih, mengingat part-part dalam mesin masih dalam fase adaptasi.

Selain itu, pada 500 km pertama juga Om Bro musti ekstra hati-hati pada kondisi jalanan basah atau licin. Lah iya… motor baru berarti ban baru… yang artinya ban pun masih dalam fase adaptasi dimana grip ban belum mencengkeram secara optimal pada permukaan jalan.

Jika dipaksakan akan besar resiko terjadi selip ban akibat jalanan licin…

Berikutnya, jangan pula mengangkut beban berlebih… misale saja berboncengam bertiga atau memuat barang yang berat.

Lagi pula berboncengan bertiga kan melanggar aturan lalu lintas Om… Jadi meski bukan motor inreyen pun sebenarnya tidak boleh berboncengan bertiga.

So… kalau berboncengan dua orang (pengemudi dan satu penumpang) sih masih aman.

Tidak ada larangan dari panduan pabrikan…

Selanjutnya setelah 500 km terlampaui, maka segeralah ganti oli.

Nah… pada penggantian oli yang pertama inilah partikel-partikel logam / gram-gram besi yang timbul dari gesekan antar-part akan terbuang keluar bersama oli.

…maka jeroan mesin pun telah bersih dan para komponen telah presisi di tempatnya masing-masing.

Berarti sudah selesai inreyen…??

Yup… untuk inreyen yang paling krusialnya sudah selesai… sesuai dengan anjuran pabrikan untuk amat memperhatikan 500 km pertama.

Berarti sudah bisa geber gass poll…??

Pada dasarnya sudah… Tapi kalau mengingat buku panduan Yamaha Vega R yang pernah Mtb miliki, kita masih perlu perhatian lagi sampai 1000 km.

Artinya akselerasi motor masih belum boleh terlalu ekstrim hingga 1000 km.

… tapi itu buku panduan lama… kepunyaan Vega R 2008.

Entah untuk generasi bebek Yamaha jaman now… apakah ada revisi atau tidak.

Nah… selepas 1000 km itu barulah silahkan gebeerr sepuasnya.

Tapi tetap safety ya Om… jangan ugal-ugalan dijalan raya umum.

Itu pun setelah 1000 km belum sepenuhnya bebas… Om Bro perhatikan di buku servis motor Om Bro masing-masing… biasanya ada tahapan servis rutin 2000 km, 4000 km dan seterusnya. (Yamaha & Suzuki kelipatan 3000 km).

Nah, Om Bro perhatikan sampai km berapa ribu Om Bro mendapat fasilitas servis & oli gratis.

Perhatikan… biasanya masa servis & oli gratis itu pertanda motor masih dalam masa perhatian khusus, meski telah diluar masa break-in (inreyen).

Artinya selama masa servis gratis itu masih ada potensi perubahan kepresisian part-part mesin… meski potensinya kecil.

Maka akan lebih bijak jika Om Bro tetap tidak berlaku ekstrim di jalanan. Tetap smooth dalam bukaan gas & tekanan rem…

Terus… gimana dengan inreyen motor baru turun mesin…??

Kira-kira kisahnya sama dengan motor yang baru turun dari pabrikan… yaitu dengan perhatian ekstra selama 500 km pertama.

Ketika Mtb ganti piston Honda Spacy FI milik Mtb yang gendut dan menggemaskan… mekanik bengkelnya berpesan agar Mtb inreyen motor selama 3 hari.

Selama 3 hari itu motor jangan digunakan untuk mengangkut beban berat.

Tapi Mtb sendiri merasa waktu 3 hari terlalu singkat. Mtb kira dengan jarak tempuh harian Mtb, waktu 3 hari hanya mencapai 100-an kilometer saja.

Akhirnya Mtb tambahin sendiri jadi seminggu.

Dijaman old sih ada beberapa ajaran fase inreyen motor turun mesin… caranya rumit pisan… seperti harus mengguyur mesin dengan air dari selang secara konstan selama beberapa jam sambil mesih dihidupkan.

Alasannya supaya piston baru tidak macet akibat pemuaian suhu panas mesin.

Tapi itu jaman old… sekarang jamannya udah canggih. Ketika Om Bro mau bore up (korter) pun kita bisa minta supaya diberikan toleransi kerapatan antara piston dengan dinding silinder.

Kalo istilah di masyarakat umum itu korteran diberi judul model “korter reyen jadi”.

Dengan cara itu kita bisa inreyen motor secara normal tanpa cara-cara yang rumit.

Pamungkasnya sih itu saja Om… Entah motor baru atau pun motor old yang habis turun mesin… keduanya sama-sama harus diperlakukan dengan lembut pada 500 km pertama. (Mtb – Berapa Lama Inreyen Motor Baru??)

3 Mitos Motor Baru, Matik dan Injeksi yang Salah Kaprah

6 komentar untuk “Berapa Lama Inreyen Motor Baru?? Nih, Biar Nggak Salah”

  1. Motor sy scoopy baru sy inreyen setelah semingu pembelian sblum inreyen sy pakek biasa2 sambil berboncengan ngak pernah di kebutin skrng pas di inreyen gas pull tapi jarum spido mentok di 100 padahal gas pull .
    Itu solusinya gimana bang?

    1. Dari beberapa review, top speed Scoopy bervariasi. Ada yang hanya mentok di 95kpj, ada yang 100kpj, ada yang 105kpj dan ada yang 110kpj. Itu dalam kondisi mesin standar. Coba Om/Sist searching di internet… barangkali disana ada pencerahan. Soale kalo test top speed, banyak faktor yang berbengaruh… Termasuk berat badan pengendara, arah angin, posisi berkendara (menunduk atau tegak), panjang trek dan lain-lain.

Tinggalkan Komentar