Benarkah SIM Tidak Perlu Diperpanjang dan Berlaku Seumur Hidup?

Motorisblog.com – Om Bro…!! Benarkah SIM tidak perlu diperpanjang? Yup… Kontroversi itu muncul setelah salah satu kubu politik menjanjikan pembebasan pajak kendaraan bermotor dan memberlakukan SIM seumur hidup…, selaiknya KTP.

Bukan bermaksud ikut-ikutan mereka yang tidak setuju… Juga bukan bermaksud ikut-ikutan urusan politik…, tapi menurut nalar Mtb, perkara SIM kendaraan berlaku seumur hidup, itu memang amat tidak relevan. Lah iya… Masa berlaku SIM dibuat terbatas selama 5 tahun kan untuk evaluasi.

Mtb ngga ngerti deh kalau di luaran sana ada bahasa “calo”, “SIM nembak” dan lain-lain yang “katanya” tidak perlu test/ujian pada saat perpanjangan SIM… Mtb hanya melihat dari sisi kebijakan perpanjangan SIM yang sesuai prosedur.

Maksudnya begini…

…pada setiap perpanjangan SIM kan bakal ada test kesehatan lagi. Itu minimalnya… Minimal memastikan bahwa pemegang SIM masih dalam kondisi sehat, tidak buta warna dan tidak rabun.

Lah kan sebelumnya sudah test pada saat pertama membuat SIM baru??

Iya… tapi yang namanya kesehatan kan bisa berubah setiap waktu. Yang namanya skill berkendara kan bisa menurun seiring bertambahnya usia.

Gambarannya begini…

Andai SIM berlaku seumur hidup, kemudian ada seorang tua yang berumur 90 tahun…, apakah dia masih layak mengemudikan motor sejauh 100 km.

Ini cuma misale…

Sementara SIM itu kan batas kelayakan seseorang untuk mengemudikan kendaraan. Jadi, jika seseorang sudah terlalu renta, sudah pikun dan lain-lain…, maka dia tidak layak memiliki SIM lantaran juga sudah terlalu riskan jika harus mengemudi sendiri.

Tapi jika SIM berlaku seumur hidup, maka artinya seorang renta tersebut di anggap masih layak mengemudi dong…??

Atau gambaran lainnya jika ada seseorang yang meskipun masih muda tapi menderita buta warna… Tentu dia pun secara teknis tidak layak mengemudi.

Lah iya… bagaimana dia bisa membedakan warna lampu merah-kuning-hijau jika buta warna?? Betul…?? Dan dalam konsisi seperti itu, secara sisi medis jelas dia tidak laik memiliki SIM.

Itulah kurang lebih alasannya kenapa SIM harus diperpanjang.

Berbeda dengan KTP…

Kalau KTP, orang mau sehat, mau sakit, mau tua, mau pikun, dan lain-lain… KTP tetap berlaku selama dia tinggal di wilayah NKRI. Tidak ada batasan standar kelayakan untuk memiliki KTP. Selama dia rakyat Indonesia, dia tetap harus memiliki KTP walau dalam kondisi apa pun.

Itulah bedanya… maka masa berlaku SIM tidak bisa dibuat menjadi seumur hidup seperti KTP.

***

Perpanjangan SIM setiap 5 tahun memiliki tujuan untuk mengurangi jumlah kecelakaan., ..karena pada saat perpanjangan, pemegang SIM akan diuji kembali. Dari situ akan diketahui apakah pemegang SIM masih memiliki skill yang laik atau tidak. (Ketua Umum Road Safety Association (RSA), Ivan Virnanda – detikOto, 29/11/2018).

SIM adalah kompetensi yang mencakup kondisi kesehatan, pengetahuan (knowledge), keahlian (skill), dan attitude (perilaku) yang menyangkut pengetahuan terhadap aturan lalu lintas dan bagaimana dirinya dapat menghormati pengguna jalan lain. (Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf – detikoOto, 29/12/2018). (Mtb – Benarkah SIM tidak perlu diperpanjang).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: