penjualan motor april 2018

Beli Motor Cash vs Kredit, Pilih Mana…?? Masing-masing Ada Kelebihan dan Kekurangannya

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Dulu… di sekitaran tahun 2008, Mtb pernah terlibat perdebatan perkara cara beli motor cash vs kredit. Perdebatan itu muncul setelah Mtb berubah pandangan akan sistem kredit yang notabene punya suku bunga amat tinggi…

Advertisement

Awalnya Mtb berpandangan sama seperti kawan yang mendebat Mtb tersebut. Yang intinya ya itu tadi… Mtb tidak berminat dengan kredit motor lantaran suku bunganya yang tinggi. Bayangkan saja, Om… untuk motor yang seharga Rp13 jutaan, dengan kredit selama 3 tahun, total bunganya bisa mencapai Rp7 jutaan. Sedangkan untuk motor yang seharga Rp20 jutaan, total bunganya bisa mencapai Rp12 jutaan selama 3 tahun.

Karena itulah, dulu Mtb keukeuh tidak mau kredit motor… dan lebih memilih membeli motor second dengan harga yang sangat murah.

Tapi apa…??

Ternyata motor tersebut sudah ambrol…!! Yup… Saat itu Mtb memang masih nol pisan… nggak ngerti motor yang masih laik jalan dengan motor yang sudah remuk. Ya, maklum saja, Om… Itu pertama kalinya Mtb beli motor pakai uang hasil keringat sendiri. Sebelum itu Mtb hanya tahu motor ortu dan motor teman yang Mtb hanya tinggal pakai… Tidak tahu rawatan, kerusakan, dan lain-lain…, selain hanya ganti oli dan servis rutin.

Lah iya… meskipun Mtb sudah menyukai motor sejak pertengahan dekade 1990-an, sejak usia 13-an, tapi ya itu… Mtb belum tahu banyak. Hanya baru tahu pakai dan pakai…

Hokeh… balik lagi ke kisah Mtb tahun 2008 di Jakarta… … …

Setelah itu, demi mendukung transportasi Mtb di Jakarta yang macetnya amit-amit… Akhirnya Mtb beranikan diri untuk mengajukan kredit motor, meski dalam lubuk hati yang paling dalam masih ada ganjalan dengan besarnya bunga kredit yang harus Mtb bayar. Mtb selalu coba menghibur diri dengan mengingat motor bosok yang terdahulu.

Waktu berlalu… Tanpa terasa kredit pun lunas. Dari situlah Mtb bisa merasakan bahwa bayangan bunga yang tinggi tidaklah menjadi beban yang berarti… Bahkan setelahnya, sekarang, untuk beli rumah pun Mtb lakukan dengan cara kredit. Saking sudah tidak ada lagi rasa berat membayar bunga kredit.

Tapi ini bukan bahasan soal riba ya, Om… karena Mtb punya patokan sendiri kalau perkara itu. Yang intinya, bukan perkara itu yang akan Mtb bahas. Disini Mtb hanya akan membandingkan kerugian dan keuntungan beli motor cash vs kredit secara finansial. Hokeh…??

Jadi begini…

…awal munculnya tulisan ini di blog Mtb adalah karena adanya dua pandangan yang berbeda, yaitu antara mendingan kredit atawa mendingan cash.

Hokeh… kita masook sekarang…

Kerugian dan Keuntungan Beli Motor Cash vs Kredit

Disini kita asumsikan bahwa motor sudah menjadi kebutuhan yang “harus” bagi Om Bro… Misalnya untuk transportasi kerja atau hal-hal lainnya yang sangat penting. Yang intinya untuk transportasi harian yang wajib.

So… … …

Bagi Om Bro yang memilih untuk membeli motor secara cash, keuntungannya ialah jelas harganya lebih murah lantaran tidak membayar bunga seperti pada pembelian kredit. Selain itu, Om Bro juga tidak harus pusing memikirkan angsuran bulanan, bahkan kadang harus berurusan dengan debt collector jika sewaktu-waktu Om Bro menunggak angsuran.

Tapi…

…untuk membeli motor secara cash tentunya Om Bro harus sudah memiliki sejumlah uang seharga motor yang dimaksud. Hal itu tentu tidak akan jadi kendala jika Om Bro seorang yang tajir…

Namun bagi orang-orang dengan gaji pas-pasan, tentu akan butuh waktu yang lama demi menabung sampai jumlah uangnya cukup. Naahh… selama masih menabung itu, sudah berapa banyak uang yang Om Bro keluarkan untuk biaya transportsi umum…??

Advertisement

Sangat mungkin jumlah uang yang Om Bro keluarkan untuk biaya transportasi tersebut justru pada akhirnya jadi lebih besar ketimbang bunga kredit motor.

Gambarannya begini…

…dari contoh di atas, anggaplah total bunganya Rp7 juta selama 3 tahun,…

Maka, Rp7.000.000 รท 36 bulan = Rp194 ribuan/bulan

= Rp6.400-an perhari…

Andai konsumsi bahan bakar motor sebanyak Rp10.000 perhari, maka totalnya jadi Rp16.400-an perhari.

Coba… apakah cukup uang segitu buat ongkos angkutan umum…??

Tentunya jangan menghitung pokok hutangnya karena pokok hutang itu kan harga untuk motor yang akan Om Bro miliki.

Juga jangan hitung biaya servis rutin karena biaya itu sudah terganti dengan kebebasan dan kenyamanan kita dalam hal waktu tempuh yang lebih cepat, dan lain-lain.

Atau, jika tidak membandingkan dengan ongkos angkutan umum, Om Bro bisa juga mengumpamakan nominal Rp194 ribuan perbulan itu ibarat sewa motor selama motor belum jadi hak milik.

Coba… mana ada sewa motor seharga Rp194 ribuan…?? Itu artinya, bunga yang totalnya Rp7 jutaan itu sebenarnya tidaklah besar.

Kemudian, Om Bro pastinya pernah dengar akan isu dealer yang sulit menjual barang daganganya dengan cara pembayaran tunai kan…?? Mereka lebih suka menjual dengan cara kredit setelah terjalinnya kerjasama dengan perusahaan-perusahaan pembiayaan. Tapi hal itu tidak akan Mtb bahas disini… bisa jadi panjang kisahnya kalo diceritakan disini…

Hal lain lagi… bagi seorang pebisnis, mereka lebih suka membeli motor secara kredit lantaran sisa uangnya bisa di putarkan sebagai tambahan modal usaha.

Selanjutnya lagi… pembelian motor secara kredit selalu sudah otomatis di cover asuransi… Om Bro tidak perlu terlalu khawatir dengan ancaman curanmor selama motor masih dalam masa kredit. Juga dengan resiko lain akibat kecelakaan…

Pamungkasnya…
Jika dihitung secara perpoin, sepertinya pembelian motor secara kredit jadi jauh lebih menguntungkan dibanding pembelian secara tunai. Dan memang benar demikian… Tapi meski begitu, secara pribadi Mtb menganggap bahwa pembelian secara tunai tetap lebih baik.

Lebih aman dari ancaman debt collector… lebih bersih dari samarnya hukum riba di jaman now… dan lain-lain.

Perkara asuransi, jika memang Om Bro rasa penting, ya daftar sendiri… ikutan asuransi…

Jadi, meskipun dalam banyak kebutuhan Mtb sering melakukan pembelian secara kredit, tapi Mtb tetap menganggap bahwa tunai adalah cara terbaik. Mtb membeli banyak hal dengan cara kredit semata-mata karena banyaknya keterbatasan… Termasuk pula sulitnya Mtb dalam menabung.

Yup… Susah Om… Kalau Mtb nabung, entah di rekening bank atau bahkan di bawah bantal, sukanya ada saja kebutuhan lain yang menongol sehingga tabungan tersebut tercubit lagi dan lagi… Apa lagi kalo mamahnya anak-anak lagi punya mau… Walaaahh…

Beda dengan cara kredit, dimana angsuran bulanan sudah menjadi kewajiban, maka mamahnya anak-anak pun tidak bisa mengganggu gugat. Wkwkwkwkk…!!

Pamungkas pisan… Intinya cash lebih baik… tapi jika tidak memungkinkan untuk cash, maka kredit pun tidak buruk. Dengan sugesti seperti di atas, bunga kredit motor akan terasa sangat murah… (Mtb – Beli motor cash vs kredit).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *