tips berkendara motor saat hujan

Belajar Motor untuk Pemula Sebaiknya Pakai Motor Ini

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro! Menjadi hal yang penting bagi Mtb untuk membahas perkara belajar motor untuk pemula.

Advertisement

Kenapa?

Karena selama ini seringkali Mtb mendapati hal-hal “aneh” di jalan raya, yang Mtb kira masih ada hubungannya dengan history belajar si pemotor. Misalnya saja perkara sein kanan belok kiri dan kemahiran para pengendara motornya itu sendiri.

Malahan kadang ada loh Om, orang yang menekan tuas rem, tapi tidak menutup putaran gas.

Lah ini kan aneh dan lucu, tapi bahaya Om.

Om Bro! Seperti yang bisa kita lihat secara kasat mata, saat ini motor-motor skutik sangat dominan jumlah populasinya. Tapi tahukah Om Bro sekalian bahwa motor yang cocok untuk belajar justru bukanlah skutik.

Yup. Bener pisan Om. Secara sekilas, Om Bro sekalian juga pasti setuju dengan pandangan tersebut. Namun secara detail, belum tentu semua orang bisa menjelaskannya.

Model Paling Tepat dalam Belajar Motor untuk Pemula

Jadi begini Om. Jika kita bicara soal gampangnya, ya jelas skutik yang paling mudah.

Lah iya Om. Asalkan seseorang sudah bisa mengendarai sepeda roda dua, maka hampir pasti orang tersebut akan bisa juga mengendarai motor skutik. Lah wong cuma main gas & rem tok doang.

Bahkan rem depan dan belakang, keduanya menggunakan handle pada setang yang pengoperasiannya menggunakan tangan. So, gampang pisan Om.

Tapi akibat buruknya, jadi banyak anak-anak belum cukup umur yang menunggangi motor secara serampangan melintasi jalan raya.

Dan bukan hanya anak-anak, kadang ada pula orang dewasa yang “hanya bisa” dan belum mahir pun tampak berbahaya ketika berkendara melalui jalan raya. Pemicunya adalah karena mereka merasa gampang menggunakan motor skutik. Padahal kegampangan itu tetap harus lengkap dengan kemahiran.

Motor Matic atau Manual?

Lain cerita ketika Om Bro belajar menggunakan motor manual, maka Om Bro akan mudah mahir menggunakan motor matic.

Dan itu pasti. Seseorang yang mampu mengoperasikan motor manual, sudah barang tentu ia akan bisa menggunakan skutik.

Sebaliknya, seorang yang mahir menggunakan motor skutik, belum tentu ia akan bisa mengoperasikan motor manual secara baik dan benar. Apalagi jika penggunaan skutiknya baru “bisa doang” dan belum mahir, maka pasti menggunakan motor manual pun belum mahir.

Alasannya bukan sekedar mudah dan tidaknya cara penggunaannya, tapi lebih spesifiknya punya alasan teknis.

Perbedaan Teknis Motor Matic dan Manual

Maksudnya begini Om.

Antara motor matic dan motor manual, mereka memiliki perbedaan yang mencolok pada setting gasnya.

Perbedaannya adalah:

  • Pada motor matic ada feel mengayun dari sejak putaran gas awal hingga masuknya gigi persneling
  • Sedangkan pada motor manual, responnya spontan, jadi pengguna motor manual akan lebih terlatih secara feeling dalam hal koordinasi antara gas, kopling dan pedal gigi

Pada motor manual, Om Bro pasti akan menutup dan membuka kembali putaran gas pada saat pergantian gigi percepatan. Karenanya lama kelamaan tehnik tersebut akan menjadi sebuah refleks yang berjalan tanpa harus melalui pemikiran oleh otak besar.

Advertisement

Nah, kebiasaan tersebut pun dengan sendirinya akan menata penutupan gas saat Om Bro melakukan pengereman motor. Jadi tidak akan ada lagi kejadian mengerem tapi gas tetap terbuka lebar.

Selanjutnya ketika Om Bro telah mahir mengontrol buka-tutup gas pada motor manual, maka dengan sendirinya Om Bro pasti akan mahir menggunakan motor matic.

Namun sebaliknya, jika Om Bro belajar menggunakan motor matic, maka ketika Om Bro telah mahir pun menggunakan skutik, jelas Om Bro sama sekali belum faham akan keseimbangan putaran gas, bukaan kopling dan timing perpindahan gigi.

Kesimpulan

Melihat dari cerita di atas, apakah artinya belajar menggunakan motor sport (kopling manual) menjadi pilihan terbaik? Mengingat motor sport menjadi golongan motor paling kompleks dalam tata cara penggunaannya?

Sepertinya iya.

Tapi tidak sekonyong-konyong begitu juga Om. Karena pada zaman old ketika Mtb masih bocah, saat belum ada motor skutik, Mtb pernah beberapa kali melihat orang yang justru celaka saat awal belajar menggunakan motor sport.

Lah, bisa begitu?

Iya Om. Cara belajar motor untuk pemula yang terbaik bukanlah menggunakan motor kopling manual.

Lah iya. Logikanya saja Om. Orang yang masih nol banget terus tiba-tiba belajar mengendarai motor manual. Lah kan ia belum tahu acan-acan perkara koordinasi kopling dengan gas.

Luputnya, kalau ngga mesin mati ya motornya loncat.

So, menurut hemat Mtb, cara terbaik belajar motor ialah menggunakan motor bebek.

Kenapa?

Karena putaran gas motor bebek sedikitnya ada kemiripan dengan motor manual. Selain itu, motor bebek pun menggunakan gigi manual, meskipun koplingnya semi otomatis.

Tambahan lainnya ialah bahwa motor-motor sport pada umumnya punya bobot yang lebih berat. Jadi, kombinasi bobot berat plus sulitnya penggunaan kopling manual, Mtb kira terlalu beresiko bagi yang benar-benar masih nol.

Jadi pamungkasnya Mtb menyimpulkan bahwa motor yang paling cocok untuk belajar ialah motor bebek.

Dengan menguasai motor bebek, maka Om Bro sudah memiliki koordinasi antara putaran gas dengan perpindahan gigi. Maka ketika Om Bro hendak naik ke kopling manual, nanti Om Bro hanya butuh penyesuaian sedikit saja.

Tapi Om. Semua itu hanya teori. Sedangkan hal yang terpenting ialah penyesuaian dengan motor apa yang Om Bro miliki.

Atau untuk adik-adik remaja, ya belajar menggunakan motor yang orang tua miliki. Apa pun jenis motornya. Mau motor manual bebek atau matic tetap yang terbaik ialah motor milik sendiri. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *