Begini Perhitungan Pajak Driver Online, Pahami Biar Ngga Ngeluh…!!

Motorisblog.com – Om Bro…!! Saat awal beredar notifikasi akan adanya pajak penghasilan driver Grab sebesar 6%, seketika Mtb langsung mendengar beberapa kawan mengeluh. Tapi Mtb tidak… Mtb selow aja… Karena meskipun Mtb belum tahu dengan pasti perkara perhitungan pajak driver online, tapi Mtb tahu bahwa ada batas minimal penghasilan untuk syarat kena pajak.

Dan ternyata benar Om…

Menciduk update di blog resmi Grab pertanggal 10 Januari 2019, pajak ojek online yang dibebankan pada driver ialah jika si driver meraih insentif / bonus lebih dari Rp4,5 juta. Itu pun nominal pajaknya tidak dihitung dari Rp4,5 juta-nya, tapi dari selisih total insentif sebulan dikurangi Rp4,5 juta. Dan hanya insentifnya saja yang kena pajak, tidak termasuk dengan tarif argonya.

Tarif argo (ongkos dari penumpang) tidak termasuk dalam perhitungan pajak meski jumlah totalnya melampaui Rp4,5 juta.

Begini contoh detailnya…

Cara Mengitung Pajak Ojek Online (Driver Grab)

Contoh:
Di bulan Januari Om Bro mendapatkan insentif sebesar Rp4.800.000 (hanya insentif, tidak termasuk ongkos penumpang). Maka perhitungan pajaknya ialah,

. Rp4.800.000 – Rp4.500.000 = Rp300.000
. Rp300.000 × 6% = Rp18.000

Nah… Pajak yang dibebankan pada Om Bro ialah hanya Rp18.000 saja… Kecil kan Om…??

Jadi jangan dikira pajak penghasilan Grab akan dibebankan pada semua total penghasilan. Itu keliru Om…

Dan yang perlu Om Bro ingat betul ialah bahwa nominal pajaknya dihitung dari total insentif dikurangi Rp4,5 juta. Artinya jika pendapatan insentif Om Bro kurang atau sama dengan Rp4,5 juta, maka Om Bro tidak akan kena pajak apa pun.

Nah, jadi gamblang ya Om… Onbid saja dengan tenang… Tidak usah memikirkan pajak karena ternyata jumlahnya tidak semengerikan itu.

Jika pun misale Om Bro mendapat insentif yang besar, misale mencapai Rp10 juta perbulannya (hanya misalnya loh ya…), pun jangan mengeluh. Karena jika pun nominal pajaknya besar, itu kan setimpal dengan jumlah penghasilan Om Bro sekalian…

Ikhlaskan saja karena adanya pajak itu fungsinya untuk membangun negara kita tercinta ini…

Demikianlah Om… Itu untuk pajak driver Grab. Sementara untuk pajak driver Gojek, Mtb belum tahu. Tapi jika pun ada, Mtb kira perhitungannya akan sama dengan Grab. (Mtb).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: