Begini Cara Meminimalisir Resiko Beli Mobil ex Taxi Online

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Banyak orang (meski tidak semuanya) yang ingin naik kelas dari pengendara motor menjadi pengendara mobil, menjadikan mobil Low MPV sebagai target buruannya. Namun tahukah Om Bro sekalian, bahwa ada resiko beli mobil ex taxi online yang mengintai disana…??

Advertisement

Harga mobil bekas taksi online memang biasanya cenderung lebih murah dibanding mobil bekas pemakaian pribadi. Tapi itu pun jika Om Bro membelinya pada pemakai langsung.

Lain cerita jika Om Bro membelinya dari pedagang mobil bekas.

Bekas mobil taksi online di showroom tentunya sudah dipoles sedemikian rupa sehingga tidak tampak seperti “mobil lelah”.

Yaa… ini kan bisnis ya, Om Bro… Selaiknya bisnis, para pedagang mobkas juga menginginkan nominal laba yang mumpuni dari usahanya tersebut.

Tapi yang disayangkan, kadang ada saja pedangan mobil bekas yang melakukan kecurangan dengan cara memanipulasi odometer supaya tampak masih sedikit jarak pakainya. Maka dari itu, Om Bro musti benar-benar jeli ketika hendak membeli mobil bekas.

Om Bro…!! Bagi driver ojol seperti Mtb, tentunya Mtb banyak bergaul dengan teman-teman driver taksi online… Dari situlah Mtb tahu bahwa taksi online pun sekarang ini bernasib sama dengan ojek online dalam hal nominal penghasilan.

Dulu, banyak orang yang berani mengajukan kredit mobil lantaran tergiur dengan besarnya penghasilan driver taksi online. Tapi jaman telah berubah… sekarang, penghasilan di dunia persilatan online sudah tidak seluar biasa dulu lagi. Mulai dari masalah penurunan tarif, pengurangan insentif, sampai masalah ketimpangan antara jumlah driver dengan jumlah penumpang.

Di kota-kota besar, mungkin penghasilan driver online masih mumpuni… Namun itu pun jika Om Bro siap on-bid dari pagi hingga malam hari. Entah kalau on-bidnya hanya pagi sampai sore… Tapi yang jelas, di kota-kota lain yang tidak begitu besar, penurunan penghasilan driver online sungguh-sungguh sangat terasa menyesakkan.

Atas dasar semua itu, tak jarang para driver kemudian memilih untuk alih profesi… Dan sayangnya, tidak semua dari mereka bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji mumpuni. Yang akhirnya… mereka terpaksa harus menjual kembali mobil-mobil yang sebelumnya telah digunakan sebagai armada taksi online.

Dan kita tahu, bahwa kebanyakan armada taksi online adalah kelas mobil Low MPV semisal Toyota Avanza, Honda Brio, Honda Mobilio, Toyota Calya, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, dan lain-lain…

Hokeh… kita kembali ke topik bahasan…

Cara Meminimalisir Resiko Beli Mobil ex Taxi Online

Secara dasar, mobil lelah bekas taksi online dapat dilihat dari odometernya. Jika jarak tempuhnya sudah cukup banyak (untuk ukuran mobil yang masih muda), maka Om Bro patut mencurigai status mobil tersebut sebelumnya.

Advertisement

Secara umum, mobil pribadi dalam satu tahun hanya akan menempuh jarak sekira 20.000-an km saja… Apa lagi untuk mobil-mobil mahal semisal Mercedes-Benz, Alphard dan lain-lain, biasanya hanya habis 5.000 – 10.000 km saja (karena jarang di pakai).

Juga dengan mobil-mobil SUV seperti Fortuner dan Pajero, biasanya paling jauh hanya 15.000 km dalam satu tahun. (Tapi jarang juga sih, bahkan mungkin tidak ada armada taksi online yang pakai mobil-mobil mahal).

Sementara armada taksi online bisa menghabiskan 60.000-an km setahun…

Dan sayangnya lagi, perkara odometer tidak bisa di jadikan patokan untuk mendeteksi apakah mobil tersebut bekas taksi online atau bukan.

Om Bro… Seperti yang sudah Mtb singgung di atas, seringkali para pedagang mobil bekas melakukan segala cara agar kondisi barang dagangannya bisa tampak bagus. Bahkan jika perlu, tampak seperti baru. Mobil lelah bekas taksi online pun “disentuh” agar tampak elok lagi…

Itu sih wajar yaa… namanya orang dagang, tentu mereka tidak mau dagangannya tampak lusuh. Bisa-bisa ngga laku itu mobil-mobil… hanya saja, yang jadi masalah adalah perkara kecurangan dalam rangka mengakali angka odometer dan sebagainya…

Lantas, bagaimana caranya agar terhindar dari kecurangan tersebut??

Pertama, carilah mobil bekas dari pemakai langsung… Biasanya, jarang ada pengguna yang sampai ahli dalam berbuat curang.

Mungkin ada, tapi jarang…

Kemudian, jika pun pada akhirnya Om Bro harus membelinya di showroom mobil bekas, maka perhatikan dua hal, yakni ban dan piringan cakram.

Pada umumnya, setiap mobil yang di produksi dari pabrikan akan menggunakan ban dengan kode dan tahun produksi yang sama. Jika itu mobil lansiran tahun 2016, ya berarti bannya pun berkode produksi tahun 2016 pula…

Perhatikan bahwa ban masih bawaan pabrikan dan profilnya dalam kondisi wajar. Tidak terlalu tipis, juga tidak terlalu tebal.

Terlalu tipis berarti sudah jauh jarak tempuhnya, terlalu tebal juga artinya sudah pernah di ganti yang berarti juga sudah jauh jarak tempuhnya…

Pada pemakaian harian normal, biasanya ban mobil baru akan habis setelah 3-4 tahun. Maka untuk contoh mobil lansiran 2016, patutnya belum terjadi penggantian ban lantaran usia si mobil yang baru menginjak 2 tahun.

Selain ban, perhatikan juga ketebalan piringan rem. Jika piringan rem tampak agak banyak terkikis, maka berarti itu mobil tergolong mobil lelah… (Mtb – Resiko Beli Mobil ex Taxi Online – Herjanto Kosasih, Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua – Viva, 31/10/2018).

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *