Yamaha xride 115 2014

Beat Street vs X Ride Bagaikan Bumi dan Langit: Beda Jauh!

Advertisement

Motorisblog.com – Beat Street vs X ride – Om Bro! Saat pertama kali melihat motor ini, Mtb langsung ingin tahu perbandingannya. Pasalnya, sekilas Mtb lihat mereka memiliki kesamaan dalam konsep, tapi berbeda dalam nama dan penampilan.

Advertisement

Maksudnya begini Om. Kita bahas satu persatu deh ya.

Perbedaan Yamaha X-ride vs Mio Series

Modifikasi X ride simple
Yamaha Xride 115 Modifikasi

Kalau Yamaha Xride kan sudah jelas desainnya fresh (waktu baru keluar). Sama sekali tidak mirip dengan Mio Series, walaupun basis mesinnya sama.

Yamaha Mio J
Yamaha Mio J

Jadi istilahnya ini ganti baju total sampai kolor dan celana dalamnya sekalian.

Nih, kita lihat deh perbedaan Yamaha X-Ride dengan Mio J dan Yamaha Mio GT 115.

Desain total beda

Sudah jelas lah. Sekilas juga terlihat desainnya sama sekali berbeda. Tampilan body dan stang trondol sudah cukup membuktikan bahwa X-Ride dibuat untuk mampu melibas medan off-road. Apalagi pada tipe adventure, makin jelas dari accesories teralis dan ban tahu / ban pacul yang di aplikasikannya.

Kolong (ground clereance / jarak terendah ke tanah)

Mio J / Mio GT hanya punya kolong setinggi 13 cm, sedangkan X-Ride punya 15,2 cm. Beda 2,2 cm Om. Jauh kan?

Dapat dipahami karena sesuai dengan peruntukannya. Xride di buat lebih tinggi agar tidak mudah gasruk di jalanan rusak.

Ukuran ban

Mio mengenakan ban ukuran 70/90-14 M/C 34P (depan) dan 80/90-14 M/C 34P (belakang). Sementara itu X-Ride pakai ban ukuran 70/90-14 M/C 34P (depan) dan 100/70-14 M/C 51P (belakang).

Dari ukuran ban’nya juga terlihat, Mio pada tujuannya di buat untuk pemakaian sehari-hari di jalanan beraspal, sedangkan X-Ride di ciptakan untuk mampu melibas medan sulit yang tak beraspal.

Harga jual (on the road)

Mio J dijual dengan harga Rp12,850,000 (standar); Rp12,900,000 (sporty) dan Rp13,350,000 (CW). Sementara X-Ride di jual dengan harga Rp15,200,000 (standar); Rp15,500,000 (special) dan Rp16,000,000 (adventure).

Maksudnya bukan berarti kalau lebih mahal pasti lebih bagus. Tapi perbedaan harga yang cukup jauh itu membuktikan bahwa X-Ride punya banyak kelebihan dibanding Mio. Setidaknya itu yang ingin di tanamkan ke dalam fikiran konsumen, oleh pihak Yamaha.

Suspensi
Yamaha Xride 115 2014
Yamaha Xride 115 2014

Seperti yang kita semua ketahui, pada motor matic yang lain, Yamaha selalu menggunakan suspensi tipe stiff yang cenderung keras. Mtb sudah pernah membahasnya pada artikel komparasi Honda vs Yamaha.

Tapi tidak demikian dengan X-Ride. Karena penciptaannya yang harus mampu melibas medan berat, maka Yamaha keluar dari pakemnya dan menerapkan suspensi panjang dan empuk pada matic X-Ride.

Roller yang berbeda (lebih ringan) untuk meningkatkan akselerasi di putaran bawah

Pada jajaran Mio dan X-Ride, ukuran roller yang di gunakan adalah sama, yaitu berdiameter 15 mm dengan lebar 12 mm.

Namun dalam hal bobot, roller mereka berbeda.

Mio Series menggunakan roller seberat 9,5 gram, sedangkan X-Ride menggunakan roller yang lebih ringan, yaitu 8 gram.

Perbedaan dari bentuk roller keduanya dapat di lihat dari lubangnya. Roller X-Ride memiliki lubang yang lebih besar dibanding roller milik Mio.

Efek dari penggunaan roller yang lebih ringan adalah akselerasi bawah yang lebih responsif. Selain itu, dengan roller yang lebih ringan, motor matic akan lebih kuat di jalan menanjak. Pas untuk X-Ride yang dibuat supaya kuat naik turun di jalanan terjal.

Selengkapnya tentang bahasan roller, Mtb sudah pernah ceritakan pada artikel motor matic tidak kuat nanjak.

Itu lah beberapa perbedaan yang jelas dari Mio dan Yamaha XRide.

Lanjut.

Perbedaan Honda Beat Street vs Beat Sporty eSP

Desain
honda beat street
Honda BeAT Street

Dari sisi desain, Honda Beat Street hampir tidak ada perbedaan dengan Honda Beat eSP CW sporty, kecuali pada stang yang trondol.

Honda Beat eSP modif stang
Honda Beat eSP Modif Stang

Jadi sepertinya kalau Beat eSP standar di pretelin cover stangnya juga bakalan sama dengan Beat Street.

Selain hal itu, hanya ada perbedaan-perbedaan kecil seperti sticker yang menempel dan perbedaan minor lainnya.

honda beat esp
Honda Beat eSP FI
Kolong (jarak terendah ke tanah)

Jika Yamaha X Ride memiliki kolong yang jauh berbeda dengan Mio, tidak demikian dengan Honda Beat Street. Dia hanya memiliki perbedaan sebanyak 0,6 cm yaitu dari 14 cm (Honda Beat eSP standar) berbanding 14,6 cm (Honda Beat Street).

Nah, selain dari dua perbedaan di atas, Mtb tidak menemukan perbedaan lain yang signifikan, entah itu dari ukuran ban, spesifikasi mesin atau pun harga jual.

Awalnya setelah Mtb melihat spesifikasi dari Honda Beat Street dan Yamaha X Ride, pertanyaan yang pertama muncul dalam benak Mtb adalah, “Kenapa kok Honda begitu-begitu amat ya?” Pelit banget sama perubahan.

Tapi Mtb ini orangnya suka penasaran kalau belum mendapatkan jawaban yang logis. Maka Mtb tela’ah lebig dalam mengenai kedua motor skutik tersebut sampai akhirnya Mtb mendapatkan jawaban logis dari fikiran Mtb sendiri.

Kira-kira begini jawabannya:

Perbedaan Beat Street vs X ride

Pertama Mtb klarifikasi dulu.

Mtb tidak akan mendebat kalau ada orang yang menuding Honda Beat Street itu meniru Yamaha X Ride. Dan Mtb juga tidak akan ambil pusing kalau pihak Honda menyangkalnya dengan mengatakan bahwa Honda Beat Street adalah berbeda dengan Yamaha X Ride. Mtb punya pemikiran sendiri melalui poin-poin di bawah ini:

Perbedaan yang sangat jelas sudah tersurat dari namanya

Dari penamaan keduanya saja seharusnya sudah terjawab bahwa Honda Beat Street tidak di ciptakan untuk berhadapan langsung dengan Yamaha X Ride. Walaupun (mungkin) Honda bermaksud untuk “merebut”

Advertisement
pasar X Ride.

Kita bahas satu persatu.

Yamaha X Ride

Huruf ‘X’ pada nama X Ride itu di ambil dari kata Extreme (ekstrim). Artinya motor ini memang di buat untuk mampu melibas jalanan yang ekstrim. Karena itulah gound clearance Yamaha X Ride dibuat lebih tinggi dan disetting dengan roller ringan supaya akselerasi di putaran bawah menjadi ringan pula.

Setting semacam ini sangat menguntungkan jika Om Bro banyak melalui jalanan rusak serta menanjak.

Honda Beat Street

Kata ‘Street’ mengandung arti “jalanan”. Maksudnya; Honda Beat Street ini memang di buat hanya untuk tangguh di jalanan biasa alias jalan aspal.

Atau dengan kata lain, Honda Beat Street dibuat hanya untuk Om Bro yang menginginkan “style” berbeda di jalan raya. Sama sekali tidak ada target untuk medan berat seperti Yamaha X Ride.

Jelas dan masuk akal kan?

Tapi sekiranya menurut Om Bro tidak masuk akal, ya dimasuk-masukin aja lah ya. Wkwkwkwk.

Jadi gamblang ya Om?!

Nah, kesimpulannya cuma satu, Yamaha X Ride dan Honda Beat Street memang “beda”.

Oke. Setelah kita membahas soal perbedaan, sekarang Mtb ajak Om Bro untuk memahami kelebihan dan kekurangan dari kedua produk di atas (versi Mtb).

Kelebihan dan Kelemahan Yamaha X Ride

Jika dilihat dari perbedaan antara Yamaha X Ride dan Mio, maka sudah jelas X Ride lebih unggul dari Honda Beat Street.

Keunggulan X Ride terletak pada desain yang lebih gagah dan kemampuannya melibas jalanan rusak dan terjal.

Namun demikian, menurut hasil test ride Mtb menggunakan motor Kang Hendra (teman seprofesi Mtb sebagai sales motoris), X Ride memiliki kelemahan yang masih sama seperti semua skutik low end Yamaha. Kelemahan tersebut adalah getaran mesin yang mencapai stang.

Secara teori, getaran seperti itu sangatlah tidak nyaman untuk berkendara jarak jauh. Padahal X Ride sudah jauh berbeda dengan Mio Series dalam urusan suspensi, tapi rupanya tidak di buat beda dalam hal getaran.

Selain soal getaran, X Ride juga tidak di lengkapi dengan rak barang di bagian depan.

Dapat dipahami. Ceritanya motor ini kan dibuat untuk medan ekstrim. Jadi tidak aman menyimpan barang pada rak depan saat berkendara di medan off road.

Tapi padahal pada kenyataannya X Ride banyak di gunakan di dalam kota loh Om. Artinya sebenarnya rak depan tetap diperlukan.

Kelebihan dan kekurangan Honda Beat Street

Walaupun dari banyak sisi Honda Beat Street kalah dari Yamaha X Ride, tapi secara spesifikasi Beat Street punya power dan torsi lebih besar. Padahal volume silindernya lebih kecil.

Mtb tidak begitu yakin, tapi mungkin ini keunggulan teknologi eSP yang diusung Honda.

Seperti yang Mtb jelaskan di atas bahwa spesifikasi teknis Beat Street sama dengan Beat eSP standar. Maka dengan begitu dapat di simpulkan bahwa Honda Beat eSP standar juga punya power dan torsi yang lebih besar dari Mio J dan Mio GT.

Selain itu, seperti pada seri skuter matic yang lain, Honda Beat Street juga punya fitur-fitur unggulan andalan yang tidak semuanya di miliki oleh Yamaha X Ride. Monggo Om Bro baca artikel Mtb tentang kelebihan motor Honda dibanding Yamaha.

Selanjutnya kalau bicara soal kelemahan Honda Beat Street, Mtb tidak bisa menemukan kelemahan yang signifikan selain dari hanya ganti baju. Selebihnya ya tetap kecenderungan cc yang selalu lebih kecil dari produk sekelas dari pabrikan Yamaha. Sesuai dengan strategi Yamaha dan Honda yang selama ini dianut dalam pencitraan di mata konsumen.

Jika pun Om Bro menemukan kekurangan lain dari Beat Street, maka pastinya itu adalah kekurangan yang sama dengan yang ada pada Honda Beat eSP.

Perbandingan Spesifikasi Beat Street vs X ride

Volume silinder

  • Xride: 113,7 cc
  • Beat Street: 108,2 cc

Diameter × langkah

  • Xride: 50 × 57,9 mm
  • Beat Street: 50 × 55,1 mm

Rasio kompresi

  • Xride: 9,3 : 1
  • Beat Street: 9,5 : 1

Power maksimum

  • Xride: 7,75 PS (5,7 kW)/8500 rpm
  • Beat Street: 8,68 PS (6,38 kW)/7500 rpm

Torsi maksimum

  • Xride: 8,5 N.m (0,87 kgf.m)/5000 rpm
  • Beat Street: 9,01 N.m (0,93 kgf.m)/6500 rpm

Jarak terendah ke tanah

  • Xride: 15,2 cm
  • Beat Street 14,6 cm

Tangki bahan bakar

  • Xride: 4,8 liter
  • Beat Street 4 liter

Ukuran ban

  • Xride: 70/90-14 M/C 34 P (depan) 100/70-14 M/C 51 P (belakang)
  • Beat Street: 80/90-14 M/C 40 P (depan) 90/90-14 M/C 46 P

Harga (on the road)

  • Xride: Rp15.200.000 (tipe standar); Rp15.500.000 (tipe special); Rp16.000.000 (tipe adventure)
  • Beat Street: Rp14.700.000 (tipe standar); Rp14.900.000 (tipe CBS); Rp15.400.000 (CBS-ISS)

Hokeh Om. Itu saja dari Mtb. Mau pilih mana? Silahkan disesuaikan dengan selera, kebutuhan, dan keuangan Om Bro masing-masing. Terima kasih sudah singgah dan semoga bermanfaat. (Mtb – Beat Street vs X ride).

Advertisement

4 komentar untuk “Beat Street vs X Ride Bagaikan Bumi dan Langit: Beda Jauh!”

  1. Kalo saya simple aja sih… All New XRide punya spek lebih tinggi, berarti lebih bagus. Perkara durabilitas, jawabannya harus menggunakan pembuktian dari pengalaman.

    Tapi kalau bicara selera, saya tidak suka design All New XRide 125. Tampilannya malah lebih kekar versi lama (115).

  2. Udah jadi lagu lamanya Honda. Dia baru akan keluarin Zoomer kalo sudah benar-benar tertekan (asumsi saya sih…)

    Mengambil contoh beat karbu yang baru muncul saat penjualan Mio meraja. Trus Supra GTR yang baru brojol setelah MX King berseliweran di jalan.

    Yang pertama, dulu, merubah body Astrea menjadi Supra setelah di kejar Yamaha Crypton dan Suzuki Shogun Kebo.

    Dan sekarang yang masih ngeyel adalah PCX yang masih tetap impor, padahal Yamaha sudah jauh meninggalkan PCX dengan NMaxnya.

    Sepertinya Honda sudah terlalu nyaman dengan menjadi penguasa pasar secara total…?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *