Batas Kecepatan Kendaraan Bermotor Berbeda untuk Jalan yang Berbeda

Motorisblog.com – Om Bro…!! Batas Kecepatan Kendaraan Bermotor tidaklah sama untuk semua jalan. Ada banyak ketentuan yang musti kita pahami supaya kita berkendara sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dan yang penting adalah supaya kita tetap safety dalam berkendara.

Peraturan pemerintah tentang batas kecepatan kendaraan telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan. Aturannya tertuang pada pasal 3 ayat 4, yaitu;

“Batas kecepatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) ditetapkan:
a. paling rendah 60 km/jam dalam kondisi arus bebas dan paling tinggi 100 km/jam untuk jalan bebas hambatan,
b. paling tinggi 80 km/jam untuk jalan antarkota,
c. paling tinggi 50 km/jam untuk kawasan perkotaan,
d. paling tinggi 30 km/jam untuk kawasan pemukiman,

Dari peraturan di atas, ternyata telah diatur batas kecepatan di perumahan (kawasan pemukiman) dan batas kecepatan maksimum di jalan raya.

Tapi…

…batas kecepatan di atas tidak bisa dijadikan patokan baku sehingga tidak bisa di ubah…

Untuk beberapa situasi dan kondisi, batas kecepatan tersebut bisa saja ditetapkan lebih rendah. Misalnya saja karena pertimbangan frekuensi kecelakaan dan fatalitas akibat kecelakaan di yang kerap terjadi dijalan yang bersangkutan.

Selain itu, batas kecepatan juga bisa ditetapkan lebih rendah jika ada perubahan kondisi permukaan jalan, perubahan geometri jalan, keadaan lingkungan di sekitar jalan, bahkan jika ada usulan dari masyarakat dengan rapat forum lalu lintas dan angkutan jalan sesuai tingkatan status jalan.

Untuk keterangan batasannya, biasanya di jalan-jalan tertentu telah dilengkapi dengan rambu batas kecepatan.

Hingga saat ini, Mtb belum menemukan keterangan akan batas kecepatan sepeda motor secara khusus. So… kecuali jalan tol, maka kecepatan maksimal motor di jalan raya ialah sama dengan peraturan di atas.

Peraturan pemerintah tentang batas kecepatan kendaraan juga di atur oleh Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 111 tahun 2015 tentang tata cara penetapan batas kecepatan yang disesuaikan dengan permukaan jalannya yaitu dengan ketentuan nilai IRI (International Roughness Index).

. Untuk jalan dengan permukaan setingkat Airport Runways dan Superhighways atau yang beraspal mirip runway di bandara dengan nilai IRI 2 sampai 0, maka kecepatannya boleh lebih dari 100 km/jam,

. Untuk permukaan jalan new pavements atau jalanan baru di aspal yang bernilai IRI 3,5 sampai 1,5 – maka mobil boleh melaju hingga lebih dari 100 km/jam,

. Untuk older pavement, yaitu jalan yang sudah teraspal dalam waktu lama dan bernilai IRI 6 sampai 2,5 – maka kecepatannya maksimalnya dibatasi pada 90 km/jam dan 130 km/jam,

. Maintaind unpaved roads yang ber nilai IRI 10 sampai 3, batasan kecepatannya maksimalnya adalah 65 km/jam hingga 120 km/jam. Ini berlaku untuk (misalnya) jalan yang belum teraspal dengan baik, namun jalanan tersebut dirawat dengan baik sehingga relatif aman untuk melaju pada kecepatan 65 km/jam atau lebih,

. Damaged Pavements atau jalan rusak yang bernilai IRI 11 sampai 4, maka batas kecepatan maksimalnya adalah 60 km/jam sampai 110 km/jam.

. Rough Unpaved Road dengan nilai IRI lebih dari 8, maka kecepatan maksimalnya tidak boleh lebih dari 75 km/jam. (Mtb – Batas Kecepatan Kendaraan Bermotor). Sumber: DetikOto.

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: