Cocokkah Ban Tubeless untuk Motor Matic?? Ini 6 Faktanya

Advertisement

Motorisblog.com – Ban Tubeless untuk Motor Matic – Om Bro…!! Perbedaan yang paling mendasar antara ban tubeless dengan tube type (ban biasa) yaitu… ban tubeless nggak pake ban dalam… sehingga lebih praktis dalam pemasangan dan perawatannya (misalnya jika ban bocor).

Advertisement

Lalu bagaimana cara menambal ban tubeless yang bocor??

Ya didorong ke tukang tambal ban. Wkwkwkwk…!!

Jangan kuatir Om… Ban tubless tidak akan langsung gembos seketika saat tertusuk benda tajam. Om Bro masih punya banyak waktu untuk menunggangi motor sampai bengkel tambal ban terdekat.

Bahkan sepengalaman Mtb, ban tubeless masih mampu mempertahankan tekanan angin hingga 2 hari sejak ban tertusuk paku.

Nah… dalam hal hal penggunaan ban tubeless untuk motor matic, ada beberapa fakta yang berhasil Mtb ciduk dari TKP berikut ini:

1. Perbandingan Harga

Secara umum harga ban tubeless dengan merk dan ukuran yang sama akan relatif lebih mahal dari ban biasa… tapi tidak terpaut jauh.

Dari pantauan Mtb, untuk ukuran, merk dan level yang sama, selisihnya hanya akan terpaut sekira Rp30-50 ribuan saja.

Selisih harga yang segitu itu Mtb rasa setimpal dengan harga ban dalam yang harus ada pada ban tube type…

Contoh:

  • Harga ban tipe tube ‘A’ adalah Rp180.000
  • Harga ban dala ‘A’ adalah Rp40.000

Total Rp220.000

Perbandingannya:

  • Harga ban tubeless ‘A’ adalah Rp220.000
  • Harga pentil ban tubeless adalah Rp5.000

Total Rp225.000

Selisihnya hanya Rp5.000 saja Om…

Dengan selisih segitu tentu ban tubeless lebih recomended lantaran lebih aman dari ancaman ranjau paku di jalan.

2. Durabilitas (Keawetan)

Jika dilihat secara nilai umum untuk kelas yang sama, konon profil ban tubeless lebih cepat menipis dibanding ban biasa. Alasannya ialah karena struktur ban tubeless yang lebih lunak…

Beberapa sumber mengatakan durabilitas ban tubeless vs ban biasa adalah 1,5 berbanding 2 (1,5:2). Jadi jika misale ban tubeless bisa bertahan selama 1,5 tahun di motor Om Bro, maka ban biasa bisa bertahan selama 2 tahun dengan asumsi pemakaian yang sama.

Dari perkiraan tersebut tampaknya ban biasa lebih menguntungkan karena lebih awet… Namun kembali lagi bahwa ada resiko yang lebih besar bagi ban biasa terhadap kebocoran.

3. Ketahanan Terhadap Kebocoran

Ban tubeless itu bukan anti bocor… Dia tetap bisa bocor seperti ban biasa… tapi memang ban tubeless lebih tahan terhadap kebocoran. Iya seperti yang sudah Mtb singgung di atas bahwa ban tubeless dapat mempertahankan tekanan angin bahkan hingga berhari-hari… asalkan paku yang menusuknya jangan dicabut.

Karena jika paku dicabut, maka anginnya akan langsung lolos keluar lewat lubang tersebut.

Jadi kalau Om Bro mau mencabut paku-nya, dicabutnya sesaat sebelum ban di tambal. Biar tukang tambal ban-nya saja yang mencabutnya.

Apalagi kalau paku-nya menancap di malam Jum’at… itu jangan dicabut sebelum selesai.

Wkwkwkwk… Huss… saru. Bukan paku yang itu Om…

Cairan anti-Bocor

Cairan anti-bocor bisa lebih membantu mempertahankan tekanan angin. Mtb sudah membuktikannya sejak akhir tahun 2013 lalu.

Hingga saat tulisan ini dibuat di akhir tahun 2019… berarti Mtb sudah 6 tahun membuktikannya.

Dengan cairan anti-bocor, kebocoran-kebocoran kecil tidak akan jadi masalah. Bahkan ketika ban motor Mtb tertacap paku roofing ukuran kepala 8 mm pun ban tidak kempes selama dua hari.

Kelebihan dan Kekurangan Cairan Anti Bocor, Antara Dugaan dan Pengalaman…

Pembuktian Mtb selama sekian tahun itu membuahkan hasil yang luar biasa… Faktanya Mtb tidak sekali sampai mendorong motor karena bocor di jalan.

Bahkan Mtb tidak pernah mencabut benda tajam yang ukurannya kecil-kecil sebesar jarum. Mtb biarkan saja sampai ban gundul dan ganti ban baru.

Cara Mencabut Paku pada Ban Tubeless

Jika Om Bro menggunakan cairan anti-bocor… jika ban tubeless motor Om Bro tertancap paku… dan jika Om Bro ingin mencabut paku tersebut, berikut ini caranya

  1. Posisikan motor pada standar utama (standar tengah)
  2. Putar arah ban hingga titik yang tertusuk paku berada diposisi bawah
  3. Cabut paku… maka cairan anti-bocor akan secara otomatis menyumbat lubang kebocoran tersebut.
  4. Advertisement

Note:

Tapi ada dua catatan yang harus Om Bro ingat jika menggunakan cairan anti-bocor…

  • Pertama… bahwa cairan anti-bocor berpotensi merusak velg dan menimbulkan karat. Tapi selama ini sih velg motor Mtb baik-baik saja…
  • Kedua… bahwa cairan anti-bocor dapat merusak pentil.

Nah… Ini yang selalu Mtb alami… Dalam satu kali siklus pergantian ban, Mtb bisa sampai 2-3 kali ganti pentil.

Terjadinya seperti itu lantaran cairan anti-bocor menyumbat pentil… sehingga saat ban kekurangan angin, Mtb tidak bisa memompa-nya.

Maka untuk bisa memompa ban, Mtb harus mengganti pentilnya.

Jadi monggo Om Bro pertimbangkan apakah akan menggunakan cairan anti-bocor atau tidak.

4. (Mitos) Ketidakcocokan Ban Tubeless untuk Motor Matic

Sekarang sih kebanyakan motor skutik malah sudah menggunakan ban tubeless dari pabriknya.

Tapi di jaman old ada beberapa kalangan yang meragukan kecocokan ban tubeless untuk motor matic… dan katanya ban tubeless hanya cocok untuk motor sport saja… karena jika digunakan pada motor skutik, maka akselerasi motor jadi berat.

Ban Tubeless Bikin Boros Bensin

Jadi begini Om…

Jika kita menggunakan alat ukur, “mungkin” memang beban mesin jadi bertambah dengan aplikasi ban tubeless. Tapi menurut nalar Mtb, selama ukuran ban-nya sesuai dengan standar pabrikan, maka tidak akan terasa berat.

Lagian motornya jangan diangkat… jadi ngga berat. Wkwkwkwk…

Terus kalau beban mesin tambah berat kan berarti konsumsi bahan bakar jadi boros??

Iya itu tadi kalau ukuran ban-nya lebih besar dari ukuran standar. Tapi selama ukuran bannya sesuai standar pabrikan ya ngga akan seperti itu.

Mtb sendiri justru lebih suka pakai ban yang rada gedean dikit. Enak napaknya… feel motor jadi lebih stabil.

Soal konsumsi BBM, Mtb tidak merasakan perbedaan yang signifikan. Jadi bedanya paling cuma seuprit.

Apa lagi itu bahasa ‘seuprit’??

5. Ban Tubeless tidak Cocok untuk Jalanan Terjal??

Banyak juga orang yang menganggap bahwa ban tubeless tidak cocok untuk jalanan terjal. Biasanya anggapan tersebut muncul karena ban tubeles harus selalu kencang tekanan anginnya… sehingga dirasa tidak cocok di jalan jelek.

Tapi Mtb rasa sih selama bukan dipakai off-road… ngga ada tuh rasa ngga nyaman…

Untuk penggunaan harian tetap nyaman-nyaman saja.

Dulu Mtb pernah selama 3 tahun jadi sales motoris…

Rute dagang Mtb ke pegunungan yang jalannya terjal… dan Mtb tetap nyaman dengan ban tubeless untuk motor matic Spacy Mtb.

Lagi pula jika alasannya karena tekanan angin yang terlalu keras… sebenarnya anjuran pabrikan untuk motor dengan ban dalam pun sama. Ban biasa juga tekanan anginnya harus keras… sesuai dengan standar tekanan angin yang di anjurkan.

Efek dari ban yang kekurangan tekanan angin itu akan membuat dinding ban cepat rusak… konsumsi bahan bakar jadi boros karena beban mesin tambah berat… dan akselerasi motor jadi limbung alias tidak stabil.

6. Ban Tubeless Membuat Velg Cepat Rusak??

Justru dengan ban biasa yang kurang angin itulah velg malah berpotensi rusak.

Resiko rusaknya velg bisa terjadi jika ban yang kurang angin menghantam lubang jalanan atau menabrak batuan di jalanan terjal.

Begini Perbedaan Velg Motor untuk Ban Tubeless dan yang Bukan

Mtb tidak panjang lebar disini… Mtb hanya akan pungkas bawa sejak 2013 hingga saat Mtb menulis ini di tahun 2019, selama ini velg Honda Spacy Mtb baik-baik saja. Padahal saat Mtb menjadi sales motoris sekira 3 tahun lamanya itu, Si Panci selalu membawa beban barang dagangan setiap hari… dengan jarak tempuh lebih dari 50 km/hari… dengan melalui jalanan terjal hampir setiap hari. (Mtb).

Advertisement

4 komentar untuk “Cocokkah Ban Tubeless untuk Motor Matic?? Ini 6 Faktanya”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *