Ban Serep Mobil vs Run Flat Tire (RFT), Teknologi Baru vs Undang-undang

Motorisblog.com – Ban serep mobil. Om Bro…!! Perkembangan teknologi ban mobil belakangan ini sudah semakin canggih. Beberapa pabrikan bahkan berani mengklaim bahwa produknya tidak lagi membutuhkan ban serep berkat teknologi Run Flat Tire (RFT).

PENGERTIAN BAN RFT

Dari situs resmi Bridgestone, pengertian sederhana ban RFT ialah ban yang tahan digunakan meski kondisinya bocor.

Pada saat bocor, ban RFT tetap dapat menjalankan mobil bahkan ketika ban dalam keadaan kempes tanpa tekanan angin. Tentunya, maksud dari “tetap dapat menjalankan mobil” adalah untuk perjalanan menuju bengkel terdekat atau sekedar menepi ke tempat yang lebih aman. Karenanya, meski tetap dapat dijalankan, pengemudi tidak boleh memacu mobil dengan kecepatan tinggi. Ada batas kecepatan dan batas jarak ketika ban RFT dijalankan dalam keadaan bocor. Misalnya saja untuk ban RFT dari Bridgestone, batasannya adalah hingga jarak 80 km dengan kecepatan maksimum 80 km/jam.

Penerapan teknologi ban RFT pada mobil pun tentunya dilengkapi dengan fitur tire-pressure monitoring system (TPMS) aka sistem pemantau tekanan ban. Fungsinya untuk mendeteksi dan memberi informasi jika perubahan tekanan angin ban akibat kebocoran.

Teknologi fitur TPMS inilah yang akan memberikan informasi langsung kepada pengemudi melalui layar MID aka layar head unit.

Mengenai perbedaan fisik ban RFT secara spesifik, pada dasarnya ban RFT masih seperti ban biasa pada umumnya. Yakni tetap menggunakan tekanan angin, tapi strukrur bannya menggunakan konstruksi dinding yang lebih kuat dibanding ban biasa. Karenanya, selain hanya tahan bocor, ban RFT juga mengurangi resiko ban meledak karena sebab-sebab yang biasa terjadi pada ban konvensional.

PERATURAN BAN SEREP

Om Bro…!! Beberapa waktu ke belakang sempat ramai pemberitaan mengenai 3 konsumen mobil Nissan Elgrand yang menggugat Nissan karena merasa di rugikan gegara mobil yang dibelinya tidak dilengkapi dengan ban serep.

Nah lho…

Kemudian jika kita kembalikan pada peraturan perundangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, itu ada Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dimana pada Pasal 57 disebutkan, setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan (roda 4 atau lebih) adalah wajib dilengkapi dengan perlengkapan standar. Dan salah satu dari syarat kelengkapan tersebut adalah ban cadangan.

Bagaimana jika ketentuan itu dilanggar?

Yang jelas ya ada sanksinya…

Pada Pasal 278 disebutkan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih di jalan yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan berupa ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling paling banyak Rp 250.000…,,, Naahh…

Tapi jika kita melihat dari tolak ukur yang lain lagi, ada satu informasi yang menyebutkan bahwa mobil tanpa ban serep pun bisa lolos uji tipe di Indonesia. Ketentuannya ada pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. 33 Tahun 2018 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor. Dan peraturan tersebut sudah disahkan pada April 2018.

Dalam peraturan menteri tersebut, pada pasal 14 disebutkan bahwa ban cadangan dapat diganti dengan teknologi pengganti.

Nah, di bagian ini masih terdapat kerancuan antara ungang-undang dan peraturan menteri di atas.

Menurut ahli perundang-undangan yang juga Direktur Puskapsi Universitas Jember, Bayu Dwi Anggono, seharusnya badan legislatif lebih peka dan lebih rutin mengevaluasi undang-undang. Jika tidak, maka muncul kesan bahwa ketentuan hukumnya tertinggal dibanding perubahan sosial masyarakat dan perkembangan teknologi yang ada.

Menurut Bayu, badan legislatif maupun eksekutif seringkali lamban dalam evaluasi undang-undang sehingga dalam penyelesaian sengketa kerap diambil alih oleh pengadilan. (Mtb – Ban serep mobil).

Tinggalkan Komentar