yamaha freego

Ban Kempes Tapi Tidak Bocor…?? 6 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Motorisblog.com – Om Bro sekalian yang punya motor atawa mobil pasti pernah mendapati moment ban kempes tapi tidak bocor. Iya Om… Mtb juga mengalaminya, tapi tidak sering. Hanya sesekali dengan interval yang panjang. Artinya bukan dalam waktu sehari-dua hari, tapi bisa berbulan-bulan.

Nah, jika Om Bro mengalami ban motor kempes sendiri dalam waktu singkat (misale sehari atau dua hari), Mtb kira Om Bro perlu tahu 6 hal yang berikut ini:

1. Kempes Normal Karena Pori-pori Ban

Ini yang Mtb sebutkan di atas. Mtb pun pernah (bahkan selalu) mengalami ban tubeless kempes tapi tidak bocor. Tapi ya itu tadi Om… Intervalnya lama… Ban motor Mtb kempesnya setelah berbulan-bulan pemakaian. Itupun kempesnya tidak banyak Om… Cuma sedikit kurang angin saja.

Apa penyebabnya??

Menurut informasi yang terciduk dari web Hyundai Indonesia, setiap ban memiliki pori-pori. Tapi pori-porinya sangat kecil Om… Maka itu kempesnya pun tidak cepat. Kisaran penurunan tekanan anginnya hanya sekira 1 psi dalam sebulan untuk angin biasa. Sedangkan untuk angin nitrogen, angka penurunannya bahkan bisa lebih kecil dari 1 psi perbulan.

Nah, karena ternyata ban pun punya pori-pori yang dapat menyebabkan penurunan tekanan angin, maka sebaiknya kita rajin memeriksa tekanan angin ban. Paling tidak sebulan sekali dalam kondisi normal.

Itu dalam kondisi normal ya Om…

Malahan jika mengacu pada anjuran safety riding, pemeriksaan tekanan angin ban sebaiknya dilakukan setiap hari sebelum kita mulai berkendara. Jadi jika di hari tersebut ternyata tekanan angin berkurang banyak, Om Bro sudah dapat mendeteksinya sejak awal sebelum Om Bro mulai berkendara.

2. Kerusakan Pentil Ban

Pentil ban yang rusak pun dapat menyebabkan kebocoran angin ban akibat adanya celah untuk angin keluar.

Kerusakan pentil ban dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya ialah karena karat dan kotoran akibat usia pemakaian dan karena karet perapat antara pentil dengan velg yang sudah getas,,… juga karena penggunaan cairan anti-bocor.

Betul Om… Mtb selalu menggunakan cairan anti-bocor sejak hampir 6 tahun yang lalu dan sering mengalami kerusakan pentil ban. Tapi pun begitu, hingga kini Mtb tetap menggunakan cairan anti-bocor. Enak Om… Mtb ngga pernah dorong motor gegara ban bocor.

Tapi ya itu… Mtb jadi harus ganti pentil setiap beberapa bulan sekali. Ngga sering-sering amat sih Om… Palingan sekali sampai tiba waktu ganti ban yang berikutnya (setelah ban gundul).

3. Tidak Ada Tutup Pentil (Tutup Pentil Hilang)

Jangan anggap remeh keberadaan tutup pentil Om… Soale tutup pentil juga dapat membantu menghambat lolosnya angin ketika pentil mengalami kerusakan kecil.

Betul Om… Mtb pernah mengalaminya sendiri. Pentil ban motor Mtb sudah rusak dan bocor, tapi tekanan angin masih kuat bertahan hingga berminggu-minggu karena Mtb menggunakan tutup pentil yang baik.

Seperti apa tutup pentil yang baik??

Tutup pentil yang baik biasanya ada karet perapat di dalamnya. Karetnya kecil, tapi cukup efektif menjaga tekanan angin ban. Jadi jika Om Bro suka dengan aksesoris tutup pentil yang aneh-aneh (misale yang warna-warni), patutnya Om Bro memilih aksesoris tutup pentil yang baik. Pilih yang di dalam tutup pentil tersebut ada karet perapatnya. Jadi bukan semata-mata memilih yang indah secara tampilan saja.

Selain bermanfaat untuk menahan kebocoran angin, tutup pentil juga melindungi pentil dari masuknya kotoran yang dapat merusak pentil.

4. Masalah Pada Velg

Jika velg bermasalah, pun dapat menyebabkan kebocoran tekanan angin ban. Utamanya di sisi bagian velg yang berhubungan langsung dengan ban.

Masalah yang mungkin terjadi ialah velg peyang, atau pun ada retak kecil di bagian dalam velg, yaitu bagian yang tertutup ban. Karena masalah tersebut, angin bisa saja lolos keluar.

5. Ban Botak

Membiarkan ban dalam kondisi botak berarti membiarkan diri Om Bro sendiri dalam banyak ancaman marabahaya. Karena ban botak berarti permukaan ban telah tipis.

Ban yang telah tipis akan sangat mudah terluka oleh benda-benda tajam semisal kerikil atau pun pecahan kaca yang kecil di jalanan. Bahkan pada resiko yang lebih tinggi dapat mengakibatkan pecah ban.

Jadi kalau ban motor Om Bro sudah botak dan sering kempes, yaa tidak perlu mencari-cari tahu penyebabnya lebih lanjut. Ganti dahulu ban-nya, barulah setelah itu dicari masalahnya jika misale masih terjadi ban kempes tanpa deteksi kebocoran.

6. Bocor Halus

Kalo sudah judulnya bocor halus sih jelas ya Om… Bisa terdeteksi oleh tukang tambal ban. Selanjutnya tinggal dicari solusinya, apakah mau ditambal atau diganti.

Betul Om… Sesuai dengan judulnya, ‘bocor halus’, yaa berarti memang ada kebocoran pada ban. Hanya saja lubang kebocorannya kecil, sehingga kempesnya ban tidak secara sekaligus. Misale sehari atau dua hari, baru kemudian kempes…,, itulah yang namanya bocor halus.

Beda lagi dengan berkurangnya tekanan angin karena pori-pori ban… Kalau kempes karena pori-pori ban, ya seperti yang sudah Mtb ceritakan di atas…,, Jangka waktu kempesnya lama… Hingga berbulan-bulan baru kempes. Itu pun berkurangnya tekanan angin tidaklah banyak.

Om Bro… Ban menjadi komponen kendaraan yang berhubungan langsung dengan permukaan jalan. Ban menjadi komponen yang menopang secara langsung beban bobot kendaraan dan segala yang dimuat di atasnya.

Kecuali Run Flat Tyre (RFT), kekuatan ban terletak pada tekanan angin di dalamnya. Tanpa tekanan angin, ban kendaraan tidak akan berfungsi. Demikian pula jika tekanan anginnya kurang, kenyamanan dan keamanan berkendara pun berkurang. So… Jaga tekanan angin ban agar selalu sesuai dengan yang seharusnya. (Mtb).

Spread the love

Tinggalkan komentar