safety riding artinya

Bahaya Ngebut di Jalan Raya Dapat Merusak Telinga Jika Tanpa Helm

Motorisblog.com – Bahaya ngebut di jalan raya selain mengancam keselamatan jiwa juga ternyata dapat memicu kerusakan telinga. Khususnya bagi yang ngebut tanpa menggunakan helm. Hal ini tentunya hanya berlaku bagi pemotor. Tidak bagi pengendara mobil yang menutup kaca samping.

Om Bro…!! Mtb nyulik berita ini dari viva.co.id yang dilansir dari media visordown atas sebuah studi yang menemukan fakta tersebut. Studi dilakukan oleh asosiasi otomotif Jerman, ADAC, yang mengatakan hal berikut,

– Melaju dengan kecepatan 100 km/jam selama 15 menit,

– Melaju dengan kecepatan 120 km/jam selama 7 menit,

– Melaju dengan kecepatan 140 km/jam selama tiga menit,

Perhitungan tersebut didapat dari perhitungan kebisingan angin yang mencapai 95 dB pada kecepatan 100 km/jam. Sedangkan jika melaju pada kecepatan 120 km/jam, kebisingan yang timbul adalh 98 dB. Karena itu ADAC menyarankan kepada para biker agar selalu menggunakan penyumbat telinga saat berkendara. Namun, penyumbat telinga dimaksud tentunya harus dengan kualitas bagus. Jangan menggunakan penyumbat telinga yang justru dapat menghilangkan kepekaan terhadap suara peringatan lain semisal sirine, klakson dan suara mesin.

Tapi, Om Bro… di bagian akhir tulisan tersebut Mtb menemukan kalimat yang kurang mengenakkan. Yaitu bahwa sumber yang mengemukakan hal tersebut adalah Wendy Faulkner, yakni Direktur Appia Healthcare yang adalah produsen produk pelindung telinga Auritech. Jadi, apakah berita ini mengandung motif promosi?

Entahlah… Hihihihi…!! Tapi apa pun itu, kita tetap ambil sisi positifnya. Betul, Om Bro?

Kemudian yang menurut Mtb masih sulit adalah perkara sosialisasi akan bahaya ngebut ini. Pasalnya, dinegara kita tercinta ini, jangankan soal penyumbat telinga… Lah horang perkara helm saja masih banyak sekali yang tidak sadar. Banyak sekali orang yang tidak mau memahami bahaya ngebut di jalan raya.

Menurut pengalaman selama perjalanan Mtb menjadi biker, kebanyakan orang mengenakan helm adalah untuk melindungi diri dari tilang polisi. Jadi arahnya bukan pada perkara keselamatan. Bukan pada perlindungan kepala. Jadi, masih banyak sekali orang yang menggunakan helm hanya untuk jarak jauh dan pada saat melewati petugas polisi.

Makanya kita sering dengar orang malas pakai helm dengan alasan jarak dekat. Ada lagi alasan karena tidak melewati petugas polisi yang tengah berjaga. Padahal itu salah besar. Mau dekat atau jauh, mau ada polisi atau tidak, kalau jatuh trus kepala bocor, tentu tetap terasa sakit. Betul?

Apakah ada jaminan bahwa ketika jarak dekat dan tidak ada petugas polisi, lantas kepala jadi kebal? Tentu tidak. Wkwkwkkw…!! So… pilihan ada ditangan Om Bro / Sista sekalian. (Mtb – Bahaya ngebut di jalan raya).

Tinggalkan Komentar