Bahaya Ban Suntikan Ternyata Bisa Mematikan

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Entah apakah sebenarnya ban suntikan di jaman now masih punya peminat atau tidak… …tapi di kampung Mtb sih tidak begitu populer… bahkan malah banyak orang yang tidak tahu dengan istilah itu. Namun jika pun ada, sebenarnya patut dipertanyakan apakah sebenarnya si pengguna paham atau tidak perkara bahaya ban suntikan??

Advertisement

Lah iya… kalau kita bicara pahit, bahaya ban suntikan bahkan bisa setara dengan resiko kematian.

Kenapa…??

Karena ban suntikan secara dasar ban-nya kan sudah tipis… maka ketika profilnya di korek untuk membuat profil baru, maka sudah jelas bannya jadi lebih tipis di bagian profilnya.

Berbeda dengan ban vulkanisir yang mana ketebalan bannya di tambah dengan tempelan profil baru.

Yaa… meskipun bukan berarti bahwa vulkanisir lebih bagus dari ban suntikan.

Singkatnya begini…

Ban aslinya saja jika sudah tipis bisa pecah jika tekanan angin terlalu tinggi… apalagi jika di dukung dengan suhu yang panas dari gesekan aspal di siang hari.

Itu ban yang masih asli lho ya… Lah apa lagi ban suntikan yang pada dasarnya sudah tipis, kemudian di pertipis lagi dengan ukiran kembang secara manual.

Advertisement

Disini tujuan suntik ban hanya untuk meminimalisir resiko slip akibat ban botak. Asumsinya, dengan dibuat ukiran profil baru, resiko terjadinya sliding jadi lebih kecil lantaran ada cengkraman dari profil ban.

Tapi ya itu tadi… pembuatan profilnya dilakukan justru dengan cara merusak ban.

Ban suntikan

Secara tampilan memang tampak menyerupai ban baru… tapi ya jelas itu hanya tampilan.

Sekarang Om Bro bayangkan saja, bagaimana jika tengah dalam kecepatan tinggi, kemudian ban pecah sekaligus…?? Lah kalau terjadinya pada motor dan ban yang pecah itu ban depan, terpelanting itu motor kalau pas lagi ngegas…

Lantas, seperti apakah perbedaan ban suntikan dengan ban baru…??

Ciri ciri ban suntikan yang paling sederhana ialah tidak ada garis warna pada tapaknya seperti yang selalu ada pada ban baru.

Kemudian alur profilnya juga tidak rapi (tidak rata) seperti ban baru.

Selain itu, wrapping-nya juga kusam lantaran yang digunakan ialah wrapping bekas. (Mtb).

Tanda Ban Motor Aus, TWI Sudah Tidak Ada Lagi

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *