Aturan Ojek Online Terbaru, Driver Dilarang Merokok…!!??

Motorisblog.com – Om Bro…!! Belakangan ini tengah ramai diperbincangkan perihal aturan ojek online terbaru, utamanya dalam perkara tarif yang ditetapkan oleh Pemerintah. Tak hanya itu, soal larangan merokok bagi driver pun cukup mendapat sorotan bahasan media.

Betul Om… Aturan ojek online Kemenhub yang ditetapkan pada tanggal 11 Maret 2019 lalu menyebutkan bahwa driver ojol dilarang merokok atau pun melakukan aktifitas lainnya yang dapat mengganggu konsentrasi saat berkendara. (Viva, 1/4/2019).

Hal itu tercantum pada Pasal 6 Peraturan Menteri nomor 12 Tahun 2019 yang mengatur keberadaan transportasi online.

Nah, aturan baru ojek online 2019 ini sempat agak ramai diperbincangkan lantaran dianggap hanya mengatur driver ojol saja. Padahal sebenarnya tidak begitu Om… Karena sebelum ini pun telah ada peraturan serupa, yakni Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Di dalam Undang-undang itu, di atur juga bahwa pengemudi dilarang melakukan kegiatan lain yang dapat mengganggu konsentrasi saat mengemudi. Disitu aturannya lebih umum untuk semua pengemudi… Jadi bukan hanya untuk motor saja.

Kemudian perkara larangan merokok, disini yang musti Om Bro sekalian pahami ialah dilarang merokok saat berkendara… Jadi bukan secara total dilarang merokok selamanya. Artinya jika sedang tidak berkendara (sedang istirahat), yaa tidak ada larangan merokok.

Timbulnya larangan merokok saat mengemudi ialah atas penilaian bahwa aktifitas tersebut termasuk dalam salah satu kegiatan yang dapat mengganggu konsentrasi saat berkendara. Selain itu juga ada potensi bahaya dari abu atau bara api yang dapat merugikan pengguna jalan lain.

Nah, jadi gamblang ya Om… Aturan ojek online Maret 2019 bukan melarang merokok pada driver, tapi hanya melarangnya di saat berkendara saja.

Larangan tersebut bukan merupakan diskriminasi karena pengemudi lain selain ojek online pun sama-sama dilarang melalui peraturan Undang-undang yang lain.

Kemudian, jika pun tidak tertuang dalam Peraturan Menteri, sejatinya larangan merokok pun telah ada pada kode etik masing-masing aplikator.

Selain itu, jika tidak ada larangan dari semua pihak sekali pun, kita sebagai driver mestinya ngerti sendiri lah ya Om… Bahwa merokok dapat mengganggu kenyamanan orang lain. Dalam hal driver ojol, artinya dapat mengganggu kenyamanan penumpang.

Mtb juga seorang perokok Om… Tapi Mtb tidak pernah merokok di dalam angkutan umum, kecuali ada smooking area disitu. Mtb sadar betul bahwa ada banyak orang yang dapat terganggu jika kita merokok sembarangan. Mtb juga sadar bahwa perokok pasif justru lebih beresiko dibanding perokok aktif.

Kasihan kan orang lain yang menjadi perokok pasif Om…?? Dia menikmati pun tidak, tapi harus menanggung resiko yang bahkan lebih tinggi dari resiko kita yang menjadi penikmat rokok. (Mtb – Aturan ojek online terbit – Aturan ojek online akhirnya terbit – Aturan ojek online Grab – Aturan baru tarif ojek online).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *