honda astrea grand impresa

Astrea Impressa 2001: Mengenal Retro yang Sesungguhnya

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro! Tampak manis melihat Honda Astrea Impressa 2001 terparkir dekat Taman Kota Banjar Patroman. Mengingatkan Mtb pada zaman old, ketika desain retro yang serba datar itu masih memenuhi jalanan dunia persilatan roda dua tanah air.

Advertisement

Yup. motor yang sering mendapat sebutan Honda Astrea Grand Impressa 2001 ini merupakan edisi terakhir dari motor bebek Astrea, sebelum kemudian berganti menjadi Honda Legenda dan Legenda2 yang konon punya mutu part lebih rendah dari Astrea Series.

Sebenarnya ketika itu Honda sudah punya Supra X 100 yang “ceritanya” punya desain sporty.

Tapi sepertinya Honda belum bisa sepenuhnya menanggalkan model desain Astrea Grand yang datar dan lugu itu.

Honda Astrea Impressa 2001
Honda Astrea Impressa 2001

Betul Om. Tidak ada perbedaan Astrea Grand dan Impressa secara signifikan selain hanya stripingnya tok doang.

Mungkin ada sih ya, tapi tidak signifikan. Mtb sendiri kala itu belum banyak tahu dunia persilatan motor selain hanya melihat sekilas-sekilas saja.

So, sejauh mana perbedaan Astrea Impressa dari motor-motor zaman now?

Review Tampilan Honda Astrea Impressa 2001

Desain Body

Pada zaman old itu, utamanya era 1990’an dan sebelumnya, Honda masih menganut model retro rata, tanpa visual nungging. Hingga kemudian muncul Suzuki Tornado, Suzuki Shogun, Yamaha Force One, Yamaha F1ZR, Yamaha Crypton, Kawasaki Kaze, Kawasaki Kaze R dan lain-lain, maka Honda pun merilis Astrea Supra.

yamaha f1zr
Yamaha F1ZR
yamaha crypton
Yamaha Crypton
Kawasaki Kaze R
Kawasaki Kaze R
spesifikasi supra x 100
Honda Supra X 100 tahun 2003

Namun bagi Honda, meski sudah membuat desain meruncing serupa Supra 100, mereka tetap memberikan pilihan desain rata seperti Astrea Impressa dan Legenda.

Dan menariknya setelah sekarang desain model itu benar-benar tidak produksi lagi, ternyata malah banyak orang yang merindukan desain retro. Tampak dari naiknya harga Honda Astrea Grand dan Astrea Prima dalam beberapa waktu belakangan ini.

Mika dan bentuk Lampu

Pada zaman old, semua motor menggunakan mika buram untuk lampu utama, lampu rem dan lampu sein. Begitu juga dengan bentuk lampunya, yangmana model lampu motor-motor bebek zaman old hampir selalu berbentuk kotak, selain bentuk bulat pada motor-motor sport dan motor bebek 1970’an.

Nah. Motor-motor kekinian sudah tak lagi menggunakan style lampu seperti itu, kecuali hanya untuk beberapa model saja seperti Kawasaki W175Yamaha XSR 155 dan beberapa tipe tertentu lainnya.

Spion

Sayangnya spion Astrea Impressa yang Mtb ciduk dari “TKP” sudah bukan lagi original, sementara Mtb sudah lupa seperti apa desain aslinya.

Suspensi Teleskopik

Honda Astrea Impressa sudah menggunakan suspensi teleskopik, jadi sudah rada kekinian. Tidak lagi menggunakan suspensi lengan ayun model halu-halu seperti generasi Honda Astrea Star dan Honda C70.

Rem Tromol

Pada zaman old, rem depan cakram belum menjadi fitur wajib. Coba kalau sekarang ada motor yang rem depannya tromol macam Honda Impressa, yakin ngga bakalan laku. Lah. Alamat nyeruduk melulu Om. Wkwkwkwk.

Velg Jari-jari

Lah iya. Zaman old, velg palang masih menjadi fitur mewah. Tidak seperti sekarang yangmana velg palang sudah menjadi hal lumrah.

Jadi kala itu, semua motor komersil masih umum menggunakan velg jari-jari.

Model Sayap Sederhana

Pada Honda Supra 100, Supra Fit, New Supra Fit, Fis S dan Fit X, model sayapnya bisa kita copot setengah.

Tapi tidak dengan Astrea Impressa, Astrea Grand dan seri Astrea lain semacamnya.

Jika Om Bro pengen copot sayap Honda Astrea Series, maka yang tersisa tinggal cover tulang belakang saja sehingga motor tampak kurus.

Honda Supra Fit
Honda Supra Fit

Model Blok Mesin Legendaris

Entah sejak kapan, Mtb tidak faham. Tapi yang Mtb tahu, sejak zaman Honda Astrea Prima, Astrea Grand, Supra 100, Supra Fit series, itu model blok mesinnya sama persis. Maka itulah dulu banyak orang yang menyebut Honda hanya ganti baju pada setiap motor barunya.

Mesin Honda Astrea Star
Mesin Honda Astrea Star
Honda astrea prima
Honda Astrea Prima

Meski begitu, harus kita akui bahwa mesin C100 ini masih tetap menarik minat konsumen Indonesia hingga terakhir pada Honda Fit X yang discontinue tahun 2008 lalu.

Advertisement

Istilahnya melegenda lah ya Om.

Style Jok Lemper

Entah sih apakah Astrea Impressa menggunakan juga jok lemper seperti Astrea Grand atau tidak. Mtb lupa zaman itu, apalagi unit yang Mtb ciduk ini tampaknya sudah ganti kulit jok.

Striping Simple

Om Bro perhatikan saja, begitulah striping motor-motor bebek Honda zaman old. Hanya coretan sticker kecil memanjang pada sisi kiri-kanan bodi dan sedikit pada sayap.

Penutup Rantai

Ini menarik pisan Om. Penutup rantai ini entah apa namanya, kalau orang kampung Mtb sih menyebutnya ‘stengkas’.

Generasi Astrea zaman old selalu menggunakan penutup rantai model full sehingga rantai tidak tampak sama sekali. Hanya ada bundaran lubang kecil guna mengintip kekencangan dan melumasi rantai.

Pada zaman itu part-part motor berbahan material bagus dan awet. Maka model penutup rantai seperti itu sangat baik untuk melindungi rantai dari kotoran dan debu jalanan, sehingga rantai jadi lebih awet.

Dan memang sesuai dengan style retronya.

Shockbreaker Belakang Tertutup

Jika melihat usianya yang telah menginjak 17 tahun (sejak 2001 hingga 2018 saat Mtb ambil foto), kemungkinan shock belakang sudah ganti. Tapi menariknya ini pemilik motor tetap menggunakan shock model klasik yang pegas ulirnya tertutup cover, seperti pula shock Astrea Star, Prima, Grand dan lain-lain.

Tapi entah juga jika ternyata shock Astrea Impressa ini ternyata masih original.

Shock dan footstep Honda Astrea Star 1989
Shock dan footstep Honda Astrea Star 1989

Footstep Belakang

Modelnya sih ngga jadul-jadul amat ya Om. Sudah berpisah dari arm, jadi ngga bikin kaki boncenger kesemutan. Tidak seperti footstep boncenger Astrea Star yang masih menyatu dengan arm.

Tapi ketinggian footstep Astrea Impressa masih tetap pada pakem retro, yakni datar, sejajar dengan ketinggian arm.

Spakbor Belakang Pakai Topi Terpisah

Coba Om Bro perhatikan ujung bawah-belakang spakbor ada sambungan tambahan sedikit seperti topi.

Unik. Itulah gaya retro zaman old.

Tujuannya ialah untuk menghalangi ciptratan air kala hujan, lantaran desain dasar spakbornya belakang waktu itu cuma lurus tok doang. Jadi jika tidak mendapat tambahan topi, maka cipratan air dari jalanan tidak akan tertahan dengan baik dan bakal mengotori punggung pengendara atawa boncenger.

Knalpot Megaphone

Model knalpotnya seperti megaphone, yaitu kecil bagian pangkal dan membesar pada bagian ujung. Lurus-lurus saja begitu knalpotnya dan tanpa cover pelindung panas. Makanya pada zaman old banyak orang yang kakinya menjadi korban jilatan panas knalpot.

Pajak Murah Pisan

Mtb kan penasaran lah ya Om. Terus Mtb cek via Samsat Online. Eh ternyata pajaknya cuma Rp145.300. Terdiri dari PKB Rp110.300 dan SWDKLLJ Rp35.000.

Itupun sudah kepemilikan kedua lho ya Om. Artinya sudah kena pajak progresif.

Bayangkan jika motor pertama, pastinya bakal lebih murah lagi.

pajak honda astrea impressa 2001

Lah iya, motor kecil 97cc plus tahun tua, ya wajar saja pajaknya murah.

Tapi kan pada zaman old itu, uang Rp145 ribu juga berasa mahal Om. Lah Upah Minimum Kabupaten/Kota saja kan baru berapa kala itu? Betul?

pajak honda astrea impressa 2001

Nah Om, itu saja yang bisa Mtb ciduk dari TKP. Jika ada yang mau Om Bro tambahkan, silahkan isi kolom komentar.

Sayangnya Mtb ngga tahu siapa pemilik motor itu, jadi ngga bisa bincang-bincang sejenak. (MtbAstrea Impressa 2001).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *