lampu merah

Sejarah dan Arti Lampu Lalu Lintas Merah Kuning Hijau

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Kalau kita ditanya apa arti lampu lalu lintas merah kuning hijau, maka jawabannya simple, yaitu:

Advertisement
  1. Merah berarti berhenti
  2. Kuning hati-hati
  3. Hijau berarti jalan

Tapi apa pernah dalam benak Om Bro bertanya perkara lampu lalu lintas dan keterangannya, mengapa pemilihan warna lampu lalu lintas kuning, hijau dan merah??

Begini jawabannya:

Arti Lampu Lalu lintas Merah Kuning Hijau

Menurut Jusri Pulubuhu, pakar safety driving dan safety riding yang merupakan pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jakarta Selatan, warna merah, kuning dan hijau adalah warna yang solid. (Motorplus.gridoto, 13/10/18). Tiga warna tersebut juga mencolok dan mudah terlihat dari kejauhan.

  • Warna merah memiliki gelombang paling panjang pada spektrum dan mudah terlihat dari kejauhan dibanding warna lain. Selain itu, pada banyak kultur, warna merah juga menjadi pertanda bahaya
  • Sementara itu warna kuning bisa menghasilkan pertanda yang reflektif dan juga terlihat jelas dari jarak jauh. Karenanya pada tempat-tempat penting yang membutuhkan kewaspadaan dan kehati-hatian, seringkali digunakan warna kuning sebagai peringatan.

Sejarah lampu lalu lintas

Penggunaan lampu lalu-lintas sudah ada sejak tahun 1868 di London, Inggris. Ketika itu sudah terdapat banyak kendaraan bermotor disana, sehingga membutuhkan lampu lalu lintas untuk mengatur trafik.

Advertisement

Namun kala itu warna yang digunakan hanya dua, yaitu merah dan hijau saja.

Sebelum itu, penggunaan tanda menggunakan lampu telah terlebih dahulu digunakan di industri kereta api, yaitu sejak tahun 1830-an. Warna yang digunakan dizaman itu ialah merah, putih dan hijau.

  • Warna merah sebagai tanda berhenti
  • Warna putih sebagai tanda melaju
  • Warna hijau sebagai tanda hati-hati

Penggunaan warna merah, putih dan hijau pada kereta api berjalan baik. Namun pada tahun 1914, sebuah lensa merah terjatuh sehingga lampu tanda kereta api tersebut menyorotkan warna putih. Akibatnya tabrakan kereta api pun tak terhindarkan.

Sejak saat itu, penggunaan warna putih ditiadakan. Warna hijau di alih artikan menjadi “jalan”, dan ditambahkan warna kuning sebagai tanda ‘hati-hati’. (Mtb).

Segini Jumlah Kendaraan Bermotor di Indonesia

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *