Arti, Bahaya dan 7 Cara Mencegah Microsleep Saat Berkendara

Motorisblog.com – Om Bro…!! Pada hari Jum’at (12/4/2019) kemarin lusa mertua dari tetangga Mtb mengalami kecelakaan mobil yang cukup parah. Nah, dari kejadian itu kemudian Mtb searching hingga menemukan bahwa ada istilah yang baru Mtb ketahui di dunia persilatan lalu lintas. Langsung saja disini Mtb bakal bahas perkara arti / maksud, bahaya, dan cara mencegah microsleep saat berkendara, utamanya dalam perjalanan jarak jauh.

Menurut arti yang sederhana, tidur mikro atawa microsleep adalah suatu kondisi dimana tubuh mengalami fase tidur dalam jangka pendek, yaitu selama beberapa detik saja, misale 30 detik. (Daniel Bramantyo, Dokter Rumah Sakit Pertamina Jaya, lulusan pendidikan kedokteran Universitas YARSI – Viva, 11/4/2019 – Kompas, 14/4/2019).

Bahaya microsleep saat berkendara sangatlah besar… Begini penjelasannya Om…

Ketika kendaraan melaju dengan kecepatan 60 km/jam, maka artinya ia melaju sejauh 16,67 meter/detik. Sedangkan pada umumnya jarak antar kendaraan di jalan raya biasanya hanya kurang dari 5 meter. Artinya, ketika pengemudi mengalami microsleep selama satu detik saja, itu resikonya bisa fatal. Karena itulah seringkali microsleep menjadi salah satu penyebab kecelakaan di jalan raya.

Itu hanya perumpamaan untuk kecepatan 60 km/jam saja. Bagaimana jika kecepatannya lebih tinggi, misale 80 km/jam atawa bahkan 100 km/jam??

Lantas, adakah cara menyembuhkan microsleep??

Kurang faham juga sih ya Om… Tapi kalau untuk mencegahnya, Mtb telah menciduk beberapa tips dari dokter Daniel, yaitu sebagai berikut:

1. Cukup Istirahat (Cukup Tidur)
Sebelum melakukan perjalanan jauh, kondisi tubuh harus fit agar tak mudah lelah. Karena akibat kurangnya istirahat dapat mengganggu konsentrasi saat mengemudi. Resikonya dapat membahayakan penumpang dan pengemudinya itu sendiri, utamanya jika perjalanan dilakukan di malam hari.

Yup… Pada malam hari, resiko pengemudi bukan hanya lelah, tapi juga mengantuk. Sementara kantuk itu sendiri dapat menyebabkan microsleep yang membahayakan.

Untuk mengurangi resiko itu, Om Bro dianjurkan untuk tidur selama 6-8 jam sebelum perjalanan jarak jauh dimulai.

2. Pilih Asupan Makanan yang Baik dan Benar
Lebih baik banyak mengkonsumsi cemilan sehat semisal buah, sayuran, atawa jus. Hindari makanan berkarbohidrat tinggi dan yang mengandung gas, misale nasi putih, pasta, sereal, dan roti.

Jika pun Om Bro merasa lapar dan harus makan makanan berat, maka pilihlah makanan yang kaya serat, misale kacang-kacangan, gandum, dan susu.

Kenapa??

Karena makanan yang mengandung karbohidrat tinggi (nasi dan sebagainya) justru mudah mendatangkan rasa kantuk.

3. Cukupkan Minum Air Putih
Ada sebuah studi yang menyebutkan bahwa pengemudi yang cukup cairan tubuh akan lebih fokus sehingga lebih mahir dalam berkendara.

Yup… Bener pisan Om… Dehidrasi alias kekurangan cairan tubuh dapat mengurangi konsentrasi saat berkendara.

4. Batasi Minuman Berkafein
Om Bro…!! Banyak orang yang menganggap bahwa minuman berkafein semisal kopi, soda, teh, serta minuman berenergi dapat mencegah kantuk. Namun sebaliknya, dokter Daniel justru tidak menganjurkannya. Termasuk juga minuman dalam kemasan yang mengandung gula tinggi, apa lagi minuman beralkohol.

Akibat mengkonsumsi minuman keras, aktifitas otak jadi tidak maksimal. Alkohol dikatakan dapat menyebabkan pengemudi sulit membuat perkiraan dan lambat dalam bereaksi, serta menurun kemampuan visual.

Bahkan ada juga sumber yang mengatakan bahwa berkendara dalam pengaruh minuman keras tergolong dalam salah satu tindakan kriminal. Alasannya ialah karena dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

Kalo istilah sederhana Mtb sih, namanya orang mabok, jangankan berkendara… Lah wong jalan kaki aja oleng. Betul??

5. Tentukan Waktu yang Tepat
Sebaiknya menempuh perjalanan di siang hari tanpa melawan sorot sinar matahari.

Kenapa??

Karena melawan sinar matahari dapat mempercepat kelelahan tubuh. Demikian juga dengan berkendara pada malam hari… Efek pencahayaan dari lampu jalanan dan lampu kendaraan lain pun dapat membuat tubuh menjadi cepat lelah.

6. Hindari Cuaca Buruk
Iya sih kita tidak bisa mengatur cuaca. Itu jika memungkinkan saja…

Kenapa??

Karena cuaca hujan akan mengakibatkan fisik menjadi lebih tegang, sehingga tubuh menjadi cepat lelah.

Menepi ke tempat aman jika hujannya terlalu ekstrim.

Kenapa??

Karena ada resiko sambaran petir, pohon tumbang, banjir, dan lain-lain.

7. Tepatkan Posisi Duduk
Jika hanya mengejar kenyamanan, posisi duduk yang nyaman tentunya yang sedikit rebah. Tapi untuk mengurangi resiko microsleep, posisi duduk yang terbaik justru yang tegak, yakni 90°.

Om Bro…!! Dalam dunia persilatan lalu lintas, faktor manusia menjadi penyebab utama kecelakaan di jalan raya. Dan dari faktor manusia itu sendiri, kantuk merupakan biang kerok utama terjadinya kecelakaan. Karenanya, jangan meremehkan waktu istirahat sebelum menempuh perjalanan jauh.

Senada dengan dokter Daniel, External Affairs and Communications Director General Motors Indonesia, Yuniadi Haksono Hartono (Viva, 11/4/2019), pun mengatakan bahwa aspek kesehatan memiliki peran vital dalam keamanan dan keselamatan berkendara.

Naahh Om… Tentang microsleep ini penting untuk diketahui dan dihindari bersama. Apa lagi dalam waktu dekat kita akan memasuki bulan Romadhon, yang artinya mendekati Idul Fitri, yang artinya juga menjelang musim mudik Lebaran. (Mtb – Microsleep itu apa – Microsleep maksud – Microsleep artinya – Gejala microsleep – Tanda tanda microsleep – Micro sleeping adalah).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: