Analisa Penjualan Motor: Yamaha dan Suzuki Akan Bangkit??

Motorisblog.com – Analisa Penjualan Motor – Om Bro…!! Bicara soal penjualan otomotif roda dua, tentu akan sangat erat kaitannya dengan strategi pemasaran motor Honda dan Yamaha. Hal itu tentu juga tidak lepas dari perkara kualitas produk, target dan segmentasi pasar mereka masing-masing.

Bukan bermaksud mengesampingkan yang lain, tapi memang dua merk ini yang paling ramai dan menarik perseturuannya dalam beberapa tahun terakhir ini.

Iya, dalam beberapa tahun terakhir. Karena tentu akan beda cerita jika bahasannya sebelum tahun 2002 dimana saat itu Suzuki ada pada posisi runner up.

Pada artikel sebelumnya Mtb pernah menyinggung soal masa transisi dari era kejayaan motor bebek hingga menjadi era motor matic.

Segmen matic praktis menggantikan posisi motor bebek sebagai produk terlaris mulai dari tahun 2011, atau sekitar 5-6 tahun sejak Yamaha menciptakan Mio.

mio sporty 2009

Coba kita simak data sederhana di bawah ini,

Data Analisa Penjualan Motor Honda, Yamaha dan Suzuki

Tahun 2010

  • Honda 3,4 juta unit
  • Yamaha 3,3 juta unit
  • Suzuki 500 ribu unit

Tahun 2013

  • Honda 4,6 juta unit
  • Yamaha 2,5 juta unit
  • Suzuki 400 ribu unit

Tahun 2016

  • Honda 4 juta unit
  • Yamaha 1,2 juta unit
  • Suzuki 50 ribu unit

Dari total penjualan secara keseluruhan, Yamaha menjadi luar biasa pada tahun 2010. Cuma beda 100 ribuan unit saja dengan Honda.

Gile kan?? Itu saking fenomenalnya sampai-sampai banyak kalangan individu yang memprediksi Yamaha akan menjadi nomor satu di Indonesia.

Tapi nyatanya… Lihat saja penjualan Yamaha 3 tahun kemudian. Tinggal 2,5 juta Om… Malahan tahun 2016 cuma 1,2 juta – 1,3 jutaan unit doang.

Perang Tanding Honda vs Yamaha di Indonesia: dari Motor Jadul Hingga Teknologi Modern

Terus pada kemana konsumen yang dulu pada beli motor Yamaha?? Apa mereka kecewa dan kapok dengan produk Yamaha??

Yang lebih tragis lagi Suzuki. Sejak akhir masa kejayaan Shogun Kebo, penjualannya terus merosot sampai hanya 50 ribuan unit di tahun 2016.

9 Motor Inovatif Suzuki vs 7 Strategi Sukses Yamaha

Di tahun 2017, Suzuki bahkan pernah beberapa kali kalah jauh dari Kawasaki dalam penjualan bulanan. Tragis banget deh pokoknya. Sang mantan runner up harus terjerembab sampai urutan 4.

Pada Februari 2017 Suzuki sempat mengalami kenaikan market share menjadi 1,3% dibanding bulan sebelumnya yang hanya 0,8%. Hal itu pastinya efek dari Suzuki Indomobil Sales (SIS) yang melaunching GSX 150 pada 18 Januari 2017.

Jadi setelah itu, Honda CBR150R dan Yamaha R15 jadi ada lawan yang seimbang dari pabrikan “S”.

Langkah Suzuki juga tidak hanya sampai di situ. Pada 22 Maret 2017 Suzuki berupaya membangkitkan New Smash FI dari tidur panjangnya. PT SIS menawarkan harga Rp12,85 juta (spoke) dan Rp13,65 juta (SR).

Namun menurut opini Mtb, ini adalah langkah keliru dari Suzuki. Dia sudah benar dengan menjadikan GSX-150 sebagai Gladiator, tapi tidak dengan Smash.

Saat ini trend perangnya di segmen Sport dan Matic, ngapain Suzuki maenin bebek??

Atau mungkin saja Suzuki mau “nyolong” wilayah yang kurang di perhatikan dua kubu lainnya??

Mungkin juga… Tapi faktanya segmen bebek justru malah terus merosot di dunia persilatan roda dua tanah air…

Yang jelas sekarang di dunia maya (khususnya facebook) sudah banyak beredar group-group pecinta Suzuki GSX-150 dengan anggota ribuan orang. Walaupun pasti tidak semua anggota adalah pemilik GSX, tapi setidaknya itu sudah menunjukkan tanggapan yang baik atas produk yang satu ini.

Lanjut…

Di bulan April 2017, pada dasarnya penjualan secara keseluruhan (total dari semua merk) turun 18,11% dibanding Maret 2017.

Tapi ada yang menarik dari Yamaha. Dia justru naik terus sejak Februari – Maret – April 2017.

Nah… Apakah ini tanda-tanda kebangkitan Yamaha untuk mengulang kesuksesan tahun 2010??

Ternyata tidak juga… Meskipun akhir-akhir ini Yamaha telah melakukan perbaikan besar-besaran pada produk matic low end miliknya… tetap saja sampai pertengahan tahun 2018 saat data AISI masih bebas dipublikasi, Yamaha masih jauh di bawah Honda.

Entah sih sekarang…

Kenapa Yamaha melakukan perbaikan produk?? Apa yang salah dengan Yamaha??

Mari kita kilas balik sampai sekira 12 tahun ke belakang, saat pertama kali Honda menciptakan Vario dan Beat.

Analisa Penjualan Motor: Faktor Penyebab Yamaha tidak Pernah Mengalahkan Honda

1. Kampanye irit dari teknologi blue core tidak mampu melawan image iritnya Honda

Di awal perbaikannya, Yamaha bukan murah fitur tapi malah kasih blue core dengan iming-iming irit dan bertenaga.

Memang usaha itu patut di coba, tapi jangan lupa, Honda sudah menancapkan bendera “irit” sejak 48 tahun yang lalu. Jadi mindset sebagian besar rakyat Indonesia sudah merekam jejak itu. Maka sangat sulit bagi Yamaha untuk mengkampanyekan blue core.

2. Diasil cylinder dan forged piston terbukti tidak menarik minat konsumen

Ini juga strategi yang keliru. Perkara silinder dan piston itu kan perkara mekanis. Hanya kalangan montir / mekanik atau orang yang ngerti mesin saja yang tertarik.

Mayoritas orang awam tidak peduli pada hal-hal seperti itu. Yang mereka lihat adalah design (tampilan) dan fitur yang bisa langsung di rasakan. Bukan janji keawetan mesin dengan masa garansi sampai 5 tahun seperti itu.

3. Tidak ada lagi iklan hebat seperti di era kejayaan Mio dan Vega R

Mtb sudah pernah bahas soal kehebatan iklan Yamaha di masa lalu… pada tulisan saya tentang motor inovatif Suzuki vs strategi sukses Yamaha.

Jangan pernah marah kalau Om Bro di katai “korban iklan”. Tidak Honda tidak Yamaha bahkan produk apa pun di dunia ini akan sangat dapat sukses jika memiliki iklan yang bagus, unik dan tepat sasaran.

Nah, pertanyaannya, pada kemana itu iklan Yamaha yang hebat dulu?? Apa karena Ida Kusuma dan Didi Petet sudah meninggal?? Apa karena Dedi Mizwar menjadi pejabat pemerintahan?? Apa karena Tessa Kaunang tidak aktif lagi di dunia persilatan intertainment??

Ya nggak harus mereka Om… Kan banyak bintang-bintang iklan hebat lainnya.

Apakah kering banget itu budget iklan Yamaha?? Masa iya??

4. Bukan memperbaiki pion, Yamaha malah melatih panglima perang

Apakah salah jika Yamaha menelurkan NMax dan R Series?? Bukankah Nmax unggul mutlak di segmen mid end??

Tidak salah… Itu bagus… Tapi itu market kecil Om… Penjualannya hanya 12,000 unit pertahun.

Seharusnya perjuangan NMax di barengi pula oleh para pion (Mio Series).

5. Yamaha ngotot main cc besar

Sudah saya bahas pula poin ini…

Seperti yang Mtb sebutkan di atas, orang awam (termasuk Mtb) tidak butuh cc besar.

Bahkan kebanyakan orang awam tidak bisa membedakan akselerasi motor cc kecil dan besar. Mereka hanya tahu ketika motornya beda jenis, yaitu matic vs bebek vs manual.

Jadi kalau sejenis dan cuma beda 5-15 cc mah nggak di lirik sama mereka.

6. Yamaha terlambat mengupgrade produk sportnya

Di awal rilisnya, Vixion dan Byson adalah duo yang hebat. Design gagah, kaki-kaki yang kokoh dan rangka deltabox.

Bahkan awalnya si rangka teralis (Honda CB150R) pun tidak sanggup menggoyahkan akar Vixion yang sudah menancap kuat tanah Indonesia.

Namun ketika si teralis upgrade besar-besaran… Dia jadi ngga kalah gagah dari yang punya deltabox.

Jumlah populasi CB150R pun sudah rapat di jalanan.

Lalu kenapa juga sampai ada orang yang menyebut Byson sebagai produk gagal??

7. Matic Low End Yamaha hanya satu rasa

Ini kebetulan kakak ipar Mtb punya Xeon RC dan tetangga Mtb punya Mio M3.

Yang aneh ini motor apa perbedaannya ya?? Saat Mtb coba tunggangi, rasanya sama persis… yaitu shock-nya keras.

Trus kelebihan apa yang di tawarkan oleh masing-masing varian selain hanya beda akselerasi karena beda cc??

Lain cerita ketika kita membicarakan Honda. Secara singkat matic low end Honda bisa dianggap begini:

  • Beat buat anak muda yang gaol… yang baru kenal motor, yang suka pecicilan sama pacar, yang suka bergaya norak, atau pun tante-tante genit
  • New Vario 110 buat Om/Sist yang kangen sama desain Vario dimasa lalu… walaupun tidak ada beda yang signifikan dengan Beat, tapi New Vario 110 punya lampu LED dan fitur Answer Back System yang tidak ada pada Beat
  • Vario 125-150 sudah jelas… Targetnya orang-orang yang punya budget lebih dan ingin tampil lebih elegan dan ingin kenyamanan motor matic entry level

8. YM-Jet FI kalah dari PGM-FI

Sejak awal Honda pakai PGM-FI dan tetap tangguh sampai sekarang.

Lalu bagaimana dengan YM-Jet FI??

YM-Jet FI gagal dan diganti oleh Blue Core.

Honda berani menjamin bahwa PGM-FI bebas perawatan berkala. Jadi hanya perlu pemerikasaan pada saat ada trouble saja… Sedangkan Yamaha menjadwalkan perawatan secara berkala pada injektor, yaitu setiap 10.000 km.

Sebenarnya anjuran Yamaha itu bagus untuk menjaga performa mesin… tapi dalam hal persaingan promosi ini justru malah tidak mengena di hati konsumen.

9. Suspensi keras, komstir koplak, velg goyang dan ban kecil

Di bagian ini Yamaha masih belum cukup berubah…

Sudah jelas-jelas Honda Beat laris manis karena suspensinya lembut, eh kenapa Mio Series tetap dibuat keras??

Kenapa harus idealis sih??

Belum lagi perkara komstir koplak…

10. Karakter mesin agresif terbukti tidak dibutuhkan di segmen low end

Logikanya, mau lari sampai kecepatan berapa sih di jalan raya??

Terus agresifnya motor low end Yamaha itu juga nggak enak banget di putaran atas… Rata-rata getaran mesinnya sangat terasa. Tidak memberikan kenyamanan pada penggunaan sehari-hari.

Mtb pakai Xeon RC di kecepatan 80 km/jam itu terasa sekali kalau motor itu memang sedang “lari”. Beda dengan Vario 125 yang tidak terasa naiknya, tapi pas lihat speedometer sudah hampir sampai 100 km/jam.

Karena apa??

Karena karakter suspensi dan redaman getar yang lembut.

Analisa Penjualan Motor: Kesimpulan

Hingga saat ini karakter motor-motor entry level Honda masih menjadi yang digemari masyarakat Indonesia. Jadi jika Yamaha tetap tidak mau membuat motor yang lembut dan nyaman, ya entahlah…

Meskipun Honda punya jok keras dan diterpa isu “gredek”, fakta di lapangan tetap hal itu tidak mampu melunturkan mindset nyaman dari suspensi dan redaman getar mesin Honda pada kelas entry level.

Bagaimana dengan Suzuki??

Suzuki malah Mtb lebih pusing lagi menilainya… (Mtb – Analisa Penjualan Motor Honda vs Yamaha vs Suzuki).

Tinggalkan komentar