busi

Akibat Telat Ganti Busi Dapat Menimbulkan Kerusakan Berantai

Motorisblog.com – Om Bro…!! Seirusan ini… Masih banyak orang yang belum paham bahwa busi termasuk dalam komponen fast moving. Masih banyak orang yang belum paham akan akibat telat ganti busi.

Lah iya… bukan sekali dua kali Mtb mendengar perkataan orang yang dengan bangganya mengatakan bahwa busi motornya belum diganti/belum mati setelah sekian tahun. Jadi asumsinya ialah bahwa busi tidak perlu diganti selama ia masih hidup.

Ooohh… Padahal ada banyak resiko yang harus ditanggung ketika Om Bro sekalian tidak mengikuti aturan ganti busi secara berkala.

Pengaruh busi jelek pada motor (busi yang sudah lewat usia pakai normalnya) ada banyak… yakni menyangkut ruang bakar dan sistem kelistrikan.

Yup… manfaat ganti busi secara teratur ialah terjaganya performa mesin lantaran ruang bakar tidak mudah berkerak dan sistem kelistrikan tetap normal.

Cara ganti busi motor injeksi atau pun karbu pada dasarnya sama… Hanya ukuran (derajat / seri) businya saja yang berbeda. Harga ganti busi motor juga terbilang murah lah ya…

Busi motor entry level hanya dikisaran 15.000 (motor karbu) hingga 25.000 (motor injeksi). Itu pun harga di bengkel resmi. Biasanya di bengkel umum yang partnya tidak dikemas dengan merk motor, harganya bisa lebih murah. Yang penting merk dan kode seri-nya sesuai dengan anjuran.

Dan ini bukan hanya berlaku bagi motor saja… Ganti busi mobil juga harus dilakukan sesuai dengan anjuran pabrikan. Dan sama seperti motor, tujuan mengganti busi mobil pun untuk menjaga performa dan keawetan sistem kelistrikan.

Lantas, apa akibatnya jika kita tidak mengganti busi secara teratur…??

Begini kisahnya…

Busi ialah komponen yang menghasilkan percikan api guna melakukan pembakaran mesin. Sementara percikan api itu sendiri dihasilkan oleh energi listrik yang dialirkan dari koil dan/atau dari aki.

Kita ambil contoh, misale dalam kondisi normal busi memerlukan tegangan 1 volt dengan gap elektroda 0,8 mm. Kemudian setelah melewati usia pakai normal, maka akan ada keausan elektroda yang mengakibatkan gap menjadi semakin renggang.

Selanjutnya… …jika elektroda busi telah merenggang, maka busi jadi membutuhkan voltase yang lebih tinggi dari tegangan normal (yang tadinya hanya 1 volt). Akibatnya,… jelas sistem kelistrikan motor jadi harus menyuplai power yang lebih besar…

Pada kondisi seperti itu, dalam jangka panjang biasanya akan menyebabkan kerusakan pada topi busi, yang selanjutnya menjalar pada koil. (Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano – Kompas, 27/11/2018).

Lah iya… koil dipaksa untuk terus-terusan menyuplai kebutuhan busi yang voltasenya sudah tidak sesuai standar lagi… maka lama-kelamaan koil akan rusak, dan pada akhirnya bakal merusak aki juga.

Selain kerusakan sistem kelistrikan, akibat busi yang sudah melewati masa pakai normal pun akan menyebabkan pembakaran jadi tidak sempurna. Dan akibat dalam jangka panjangnya ialah,… kerak akan bertumpuk pada ruang bakar dan di sekitaran katup (klep)… yang pada klimaksnya akan membuat mesin harus menjalani rangkaian servis besar.

Jika tidak…??

Maka torsi akan menurun, akselerasi melambat dan konsumsi bahan bakar jadi boros.

Lantas, berapa lama idealnya penggantian busi…??

Untuk kelas motor entry level, Honda menganjurkan penggantian busi setiap 8.000 km, sedangkan Yamaha menganjurkan setiap 6.000 km. Mtb sendiri lebih suka molor sampai tiap 10.000 km jarak tempuh.

Untuk lebih jelasnya dan untuk merk lain, silahkan Om Bro lihat di buku panduan motor Om Bro masing-masing. (Mtb – Akibat telat ganti busi).

Spread the love

2 pemikiran pada “Akibat Telat Ganti Busi Dapat Menimbulkan Kerusakan Berantai”

  1. Dulu ane juga gitu mas. Kalo busi blm mati blm diganti. Kdg repot kalo pas mogok dijln. Buka busi mesin lagi panas.

    Balas
    • Naahh… itu dia. Kalo mindsetnya ngga ke arah perawatan kelistrikan & ruang bakar, pun minimalnya mencegah mogok gegara busi mati.

      Balas

Tinggalkan komentar