5 Akibat Motor Kepanasan Matahari dan Cara Merawatnya

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro! Dulu Mtb sering sembarangan parkir motor. Tidak peduli apa posisinya, yang penting tertata pada area parkir yang seharusnya. Hingga kemudian Mtb mendapati beberapa masalah akibat motor kepanasan matahari, yaitu lebih cepat rusak pada beberapa komponen.

Advertisement

Bukan cuma kepanasan Om. Memarkir motor pada lokasi yang tidak terlindungi pun membuat motor kehujanan kala musim hujan.

Jadi judulnya sih kepanasan dan kehujanan ya Om.

Selain hanya kebiasaan buruk dalam memarkir motor, beberapa tahun yang lalu profesi Mtb juga memaksa motor untuk sering kehujanan dan kepanasan.

Begini kisahnya:

Sejak membeli motor dari gaji sendiri selama tahun 2008 hingga 2011, Mtb memang sering ngga kebagian lokasi parkir yang ideal.

Ketika itu Mtb kerja di Sarinah Thamrin. Om Bro tahu sendiri lah seperti apa parkiran Sarinah kala itu.

Setelah itu pada akhir 2014 hingga akhir 2017, Mtb kerjanya jadi sales motoris. Nah, pekerjaan lapangan seperti itu kan jelas membuat motor kepanasan-kehujanan setiap hari.

Hal pertama yang paling Mtb rasakan kala itu ialah saklar lampu sein dan tombol klakson yang mudah rusak. Dari situlah Mtb jadi tahu bahwa saklar-saklar kelistrikan motor jadi mudah berkarat gegara motor sering kehujanan. Dan dari karat itulah timbulnya masalah / kerusakan.

Akibatnya Mtb pernah mengalami masalah klakson mati gegara tombolnya berkarat.

Selebihnya, selain kerusakan saklar-saklar kelistrikan akibat motor sering kehujanan, Mtb juga menciduk beberapa masalah akibat motor kepanasan matahari.

Akibat Motor Kepanasan Matahari

1. Tekanan Angin Ban Berubah-ubah

Pada saat cuaca panas, apalagi jika motor kepanasan seharian, sudah barang tentu tekanan angin ban akan berubah-ubah.

Perubahan tekanan angin ban itu sendiri dapat mengganggu kenyamanan saat berkendara. Jadi sebaiknya lakukan pemeriksaan tekanan angin setiap kali sebelum berkendara.

Sesuaikan tekanan angin ban dengan anjuran / standar pabrikan motor Om Bro masing-masing.

Cara Sederhana Mengukur Tekanan Angin Ban

Jika Om Bro punya alat pengukur tekanan angin ban, tentu itu lebih baik. Namun jika pun tidak, gunakan saja cara yang paling sederhana.

Bagaimana cara yang paling sederhana?

Begini Om:

Dulu pada awalnya Mtb selalu memperhatikan tekanan angin ban setiap kali motor selesai servis melalui bengkel resmi.

Detailnya begini:

Ketika motor menjalani servis pada bengkel resmi, itu biasanya mekanik bengkel akan menyesuaikan tekanan angin ban menjadi seperti yang seharusnya. Artinya montir akan menyesuaikan dengan ukuran tekanan yang menjadi anjurkan pabrikan.

Jadi asumsinya, selesai servis dari bengkel resmi, berarti kondisi tekanan angin ban sudah pas.

Nah, saat itulah ban depan dan belakang Mtb tekan menggunakan tangan. Mtb rekam dalam memori fikiran, Mtb rasakan feel tekanan anginnya pada jempol tangan Mtb. Feeling itulah yang kemudian Mtb gunakan untuk menjadi patokan pemeriksaan setiap hari / setiap kali hendak berkendara.

Apakah akurat?

Jelas tidak akan 100% akurat. Lah wong namanya saja cuma feeling.

Tapi meskipun tidak akurat, lama-lama feeling Mtb terlatih. Ketika tekanan angin ban berkurang, Mtb selalu dapat merasakannya. Maka kemudian sebelum memulai perjalanan, Mtb mampir ke bengkel tambal ban untuk sekedar menambah tekanan angin ban.

Loh? Kan mau pake panas-panasan? Kenapa angin bannya malah Mtb tambah? Apa ngga malah pecah nantinya kena pemuaian panas?

Advertisement
Kontroversi Ban Keras vs Ban Kempes

Itu kepercayaan orang zaman old ya Om.

Dulu zaman masih bocah, Mtb sering dengar yang kek gitu. Tapi kenyataannya ternyata tidak seperti itu Om. Selama tekanan angin sesuai anjuran dan kondisi ban masih layak, ngga ada tuh namanya pecah ban. Kecuali jika tercabik benda tajam yang cukup besar.

Faktanya Mtb menciduk kesimpulan bahwa ban yang sering kurang tekanan angin justru malah lebih cepat rusak. Utamanya pada dinding samping ban jadi lebih cepat retak / pecah-pecah.

Selain itu ban yang kurang tekanan angin juga tidak nyaman saat Om Bro kendarai. Laju motor jadi limbung, akselerasi pun jadi lebih berat / lambat.

Jadi tetap yang terbaik adalah yang sesuai dengan standar / anjuran pabrikan.

2. Ban Lebih Cepat Rusak

Yang namanya ban, jika selalu kepanasan-kehujanan dalam jangka panjang tentu akan lebih cepat menurun kualitasnya. Teksturnya jadi lebih cepat getas dan pecah-pecah kek kaki kena kutu air gitu Om.

Judulnya sih ban jadi lebih cepat rusak ketimbang ban yang jarang kepanasan terik matahari.

Dalam kondisi seperti itu, sebaiknya Om Bro sering-sering periksa kondisi ban. Karena bisa saja ban sudah retak-retak meskipun profil ban tampak tebal.

Jika sudah tampak retakan yang cukup besar sebaiknya segera ganti, ketimbang nanti pecah pas dalam kecepatan tinggi, kan bahaya itu Om.

3. Rantai Kering dan Berisik

Karena cuaca yang panas, jelas pelumas rantai pun jadi mudah kering.

Rantai yang kering, kinerjanya jadi tidak halus. Rantai jadi kaku dan berisik.

Untuk menghindari hal itu, biasakan memeriksa dan melumasi rantai setiap 500 km sekali atau setiap seminggu sekali.

Gunakan pelumas khusus rantai (chain lube).

Jangan sekali-kali menggunakan oli bekas karena justru akan merusak rantai.

Selain melumasi, perhatikan juga kekencangan rantainya. Ikuti panduan kekencangan rantai melalui sticker yang menempel pada swing arm motor.

Biasanya anjuran jarak main bebas rantai ialah sekira 2 cm hingga 2.5 cm.

4. Bearing (Klaher) Roda Cepat Oblak

Hal yang paling membuat bearing cepat rusak ialah jika motor sering atau selalu melintasi jalanan rusak. Namun selain itu, suhu panas juga dapat mengakibatkan bearing cepat oblak.

Yup. Jika banyak kepanasan, gemuk bearing dan seal bakal mengeras (getas) oleh pemuaian. Akibatnya roda tidak berputar secara halus serta mengeluarkan suara asing.

Jadi sekiranya seal bearing telah getas, ganti seal dan tambahkan gemuk pada roda-roda bearing.

5. Body Motor Cepat Kusam

Sudah bukan rahasia lagi. Motor yang terpapar sinar matahari secara terus menerus, maka kualitas warna bodinya akan cepat menurun dan pudar. Karena itu sebaiknya Om Bro cuci motor secara rutin menggunakan sabun khusus kendaraan bermotor. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *