Motor bekas

6+5+6 Kelebihan, Kekurangan dan Tips Kredit Motor Bekas

Motorisblog.com – Om Bro…!! Kita tahu lah, di jaman sekarang ini sepeda motor bukanlah barang mewah. Hampir setiap keluarga punya. Tapi biar begitu, tidak semua orang mampu membeli motor baru secara tunai. Karena itulah Mtb tertarik untuk membuat tips kredit motor bekas alias motor second.

Om Bro…!! Tidak dapat di pungkiri, kemajuan zaman dan meningkatnya persaingan di segala sektor kehidupan menuntut mobilitas yang lebih cepat. Dan salah satu cara untuk meningkatkan mobilitas adalah dengan memiliki kendaraan sendiri semisal sepeda motor.

Selanjutnya, seperti Mtb sebutkan di atas, jika Om Bro berminat untuk mengajukan kredit mokas, baiknya Om Bro ketahui dulu beberapa hal berikut ini:

Kelebihan Motor Bekas

Walaupun statusnya bekas, tapi bukan berarti motor second lebih buruk dari motor baru. Coba simak 6 poin yang menjadi kelebihan motor bekas berikut ini:

1. Surat-surat sudah lengkap

Seperti kita tahu, kalau membeli motor baru maka Om Bro harus menunggu beberapa waktu untuk mendapatkan STNK.

Yang Mtb pernah alami, setidaknya butuh waktu 2 minggu sampai proses pengurusan STNK dan plat nomor selesai.

Namun tidak demikian dengan mokas (motor bekas). Om Bro akan langsung melaju bebas di jalan raya karena STNK dan plat nomor sudah tersedia sejak dari pemilik pertama.

2. Proses mutasi dan BBN relatif lebih mudah dan cepat

Masih melanjutkan poin di atas… Jika membeli motor bekas, Om Bro dapat dengan mudah untuk mengurus BBN dan mutasi. Bahkan Om Bro bisa mengurusnya sendiri jika mau. Tidak seperti motor baru yang umumnya Om Bro hanya bisa menunggu di uruskan oleh pihak ketiga (dealer / leasing). Dan seperti pula yang Mtb sebutkan di atas, Om Bro harus sabar menunggu selama beberapa minggu.

Cara, Alur Proses dan Biaya Mutasi Motor Keluar Provinsi

3. Harga beli lebih murah

Ini hukum alam. Motor second jelas harganya lebih murah dari pada motor baru.

4. Harga jual relatif stabil

Jika Om Bro membeli motor baru seharga Rp20 juta, maka hanya dalam hitungan bulan saja motor Om Bro hanya akan berharga Rp15 juta.

Itu wajar… Jatuhnya harga motor tersebut karena perubahan status… yaitu dari baru menjadi second.

Lain cerita jika Om Bro membeli motor second seharga Rp15 juta, maka dalam waktu 6 bulan – 1 tahun palingan harga motor Om Bro hanya akan susut Rp1 jutaan saja.

Dan dengan angka penurunan yang kecil, Om Bro tidak akan merasa rugi jika menjualnya kembali.

5. Ready stock

Jika Om Bro mengajukan kredit motor baru, ada kalanya Om Bro harus indent (pesan) dulu. Apa lagi kalau yang Om Bro inginkan merupakan varian motor baru.

Beda cerita dengan dealer motor second. Om Bro tidak perlu indent.

Lah iya. Orang dia hanya menjual unit yang tersedia saja…

6. Pajak tahunan relatif lebih murah

Salah satu kelebihan dari motor bekas adalah nominal pajak tahunan yang relatif lebih murah.

Motor sport 150cc produksi tahun 2007 pasti pajaknya lebih murah dari pada 150cc produksi tahun ini.

Perlu di ketahui, selain ukuran silinder (volume/ cc), tahun produksi juga turut mempengaruhi nilai pajak tahunan. Sederhananya, semakin baru suatu motor maka semakin mahal pula pajaknya.

Cek Pajak Motor Online Cara Mudah via Aplikasi (Jawa Barat – Banten)

Kekurangan Motor Bekas

Perkara kekurangan sih sebenarnya sudah (hampir) mutlak. Itu wajar. Namanya motor bekas tentu tidak akan sempurna seperti motor baru.

Berikut ini beberapa kekurangan dari motor bekas:

1. Tidak ada garansi dan asuransi

Pada umumnya, kredit motor bekas tidak di lengkapi dengan garansi. Kecuali kalau Om Bro mengajukan aplikasi kredit melalui leasing besar dan terpercaya, Om Bro tetap bisa mendapatkan asuransi… meski tidak ada garansi.

Penyebab Garansi Motor Hangus: 6 Hal Sederhana yang Kadang Disepelekan

2. Kondisi motor belum jelas

Jika Om Bro tidak faham cara memilih motor second yang bagus, maka poin ini bisa menjadi faktor resiko yang harus di pertimbangkan. Karena ada kalanya motor yang terlihat mulus pun bisa jadi mesinnya sudah tidak standar.

Apalagi jika Om Bro membelinya melalui lelang, harus ekstra hati-hati. Banyak kejadian motor tarikan debt collector sudah di oplos jerohan mesinnya oleh pemilik pertama. Hal itu di lakukan oleh konsumen (pelaku kredit macet) untuk mengurangi kerugian atas nominal uang yang telah di bayarkan selama masa kredit sebelum macet.

Maksudnya begini… Pakai kronologis contoh:

  • Seorang konsumen kredit motor sudah tidak mampu membayar angsuran bulanan motornya
  • Dia tahu bahwa motornya akan segera di tarik oleh debt collector
  • Dia pretelin dan ganti jerohan (spare part) mesin dengan yang KW, sementara yang asli (ori) di jual pada orang lain
  • Dia mendapat keuntungan dari selisih harga jual part original dikurangi harga beli part KW

Nah, untuk menghindari kemungkinan itu, baiknya Om Bro mengajak montir/ mekanik atau teman yang faham dengan kondisi mesin.

28 Cara Membeli Motor Bekas Berkualitas yang Benar

3. Perlu dana ekstra untuk servis dan balik nama (BBN)

Jika Om Bro kredit motor baru, Om Bro hanya cukup mengeluarkan DP (uang muka) saja dan urusan beres.

Namun tidak demikian dengan mokas. Om Bro harus punya dana cadangan untuk membangun ulang motor Om Bro serta untuk biaya mutasi dan BBN (balik nama).

Jadi tipsnya adalah, misalnya Om Bro memiliki budget Rp15 juta, maka sebaiknya motor yang Om Bro beli harus seharga Rp12 juta atau kurang… Supaya masih ada dana cadangan untuk perbaikan ringan dan biaya balik nama.

4. Model ketinggalan jaman

Untuk orang yang berfikiran seperti Mtb sih ini bukanlah masalah. Mtb tidak pernah memprioritaskan model motor yang Mtb beli. Prioritas Mtb adalah daya guna (sesuai kebutuhan).

Namun bagi sebagian orang (terutama anak muda), model / desain (design) motor bisa menjadi suatu hal yang di prioritaskan… karena bagi sebagian orang, urusan penampilan / gengsi berujung pada rasa percaya diri.

Wajar saja sih… Anak muda jaman sekarang pasti tidak akan merasa pede jika harus membonceng pacarnya yang cantik menggunakan motor lama yang udah ketinggalan jaman.

Atau kalau pun dia merasa pede, belum tentu si cantiknya mau di bonceng motor yang udah ngga keren lagi.

5. Harus mengecek keaslian surat-surat kendaraan

Pada proses kredit motor baru, dapat di pastikan surat-suratnya asli…

Tapi jika Om Bro kredit motor bekas, pastikan Om Bro cek keaslian surat-surat dan nomor fisik motor di samsat terdekat.

Selain itu di anjurkan untuk mengajukan kredit melalui dealer dan leasing yang terpercaya.

Banyak leasing motor baru yang juga melayani kredit motor bekas. Om Bro akan lebih aman jika mengajukan kredit melalui leasing-leasing tersebut.

Tips Kredit Motor Bekas yang Benar

Motor bekas

Nah, jika Om Bro sudah yakin dengan keputusan untuk kredit motor bekas, lanjutkan baca ke bawah ini,

1. Pilih motor yang populasinya banyak dengan teknologi yang tidak jauh tertinggal

Tips kredit motor bekas yang pertama adalah pemilihan motor berdasarkan popularitasnya…

Seiring bertambahnya motor-motor baru, jumlah populasi motor lama semakin berkurang.

Dengan semakin berkurangnya jumlah populasi, urusan perawatan motor pun perlahan menjadi sulit, terutama perkara ketersediaan spare part. Om Bro tentu tidak mau kesulitan dalam merawat motor kan??

Untuk meminimalisir potensi kesulitan itu, pilihlah motor bekas dengan teknologi yang tidak terlalu jauh tertinggal. Misalnya dalam hal perangkat suplai bahan bakar, pilihlah motor yang sudah menggunakan sistem injeksi.

Jika pun (misalnya) budget Om Bro tidak mencukupi, paling tidak pilihlah motor dengan jumlah populasi yang cukup banyak.

Logikanya, jika suatu motor masih banyak populasinya di jalanan, maka pabrikan spare part pun masih akan terus memproduksi spare part motor tersebut… maka ketersediaan spare part pun akan terjamin.

2. Ketahui dulu cara memilih motor bekas yang benar

Ada banyak hal yang harus Om Bro ketahui sebelum memutuskan untuk mengajukan kredit mokas. Mtb sudah pernah bahas dalam artikel sebelumnya.

23 Panduan Membeli Motor Second (Bekas) Agar Tidak Tertipu

3. Cari tahu harga pasaran rata-rata

Untuk menghindari kemungkinan harga beli yang terlalu mahal, baiknya Om Bro cari tahu dulu kisaran harga motor yang akan Om Bro beli.

Om Bro bisa mendapat informasinya melalui situs jual beli online dan memilih informasi untuk area sekitar Om Bro.

Jangan salah membandingkannya dengan harga pasaran di wilayah lain… Karena tiap-tiap wilayah biasanya punya harga pasaran sendiri-sendiri.

4. Pilih leasing (penyedia kredit) yang tepat

Jika memungkinkan, pilih dealer mokas dengan fasilitas kredit tanpa Leasing. Dengan begitu potensi bunga kreditnya lebih kecil.

Namun jika tidak memungkinkan, maka pilihlah lembaga pembiayaan (leasing) yang sudah terpercaya.

5. Usahakan ada negosiasi yang sesuai dengan fasilitas kredit

Mintalah simulasi kredit dari leasing yang Om Bro pilih, kemudian Om Bro bandingkan dengan leasing lain.

Pilihlah yang paling murah tapi tetap masuk akal. Maksudnya, jika yang termurah ternyata tidak ada asuransi atau syarat administrasinya rumit ya lebih baik pilih leasing lain saja.

Kenapa Mtb tekankan pada poin asuransi??

Ya… Om Bro tahu lah… Di jaman sekarang ini sering terjadi curanmor. Om Bro tentu tidak mau motor hilang di gondol maling sedangkan Om Bro harus tetap membayar angsuran tiap bulan…

Emangnya Om Bro mau nyetorin “angin”?

Selain soal keamanan dari curanmor, asuransi juga untuk berjaga jika ternyata Om Bro meninggal dunia di masa kredit (semoga kita di berikan panjang umur dan selalu sehat).

Kasihan kalau ahli waris harus menanggung hutang Om Bro nantinya.

Nah, jika Om Bro sudah mendapatkan asuransi, usahakan ada negosiasi (tawar menawar).

Tapi Om Bro sendiri harus bijak. Jangan sampai Om Bro tergiur iming-iming promo tanpa DP, tapi sebenarnya suku bunga tiap bulannya lebih tinggi dari leasing lain.

6. Hitung total bunga dan bandingkan dengan harga motor baru

Cara leasing menetapkan suku bunga dapat berbeda-beda. Tapi untuk lebih mudahnya, Om Bro jumlahkan total angsuran di tambah DP. Pastikan hasil akhirnya terpaut jauh dengan total harga kredit motor baru yang sekelas.

Jika Om Bro mendapati selisih yang hanya sedikit, sebaiknya Om Bro kredit motor baru saja. (Mtb – Tips Kredit Motor Bekas).

3 pemikiran pada “6+5+6 Kelebihan, Kekurangan dan Tips Kredit Motor Bekas”

Tinggalkan komentar