piaggio vespa gts supertech 300

6 Detail Perbedaan Mesin Vespa GTS 300 Super tech dengan versi Lama

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! PT Piaggio Indonesia mengklaim bahwa teknologi mesin Vespa GTS 300 Super tech sama sekali berbeda dengan versi terdahulunya… Begitulah mengapa skuter yang dibanderol seharga LCGC ini dikatakan punya tenaga dan torsi yang lebih powerfull dibanding versi lama-nya.

Advertisement

Betul Om… Vespa GTS 300 Supertech 2019 diklaim menjadi model Vespa yang paling bertenaga dari pabrikan Negeri Pizza tersebut. Power maksimumnya disebut-sebut meningkat sebesar 12% dan torsinya melonjak hingga 18% dibanding GTS 300 versi lama.

Dari mana asal peningkatannya??

Dari teknologi mesinnya Om… Teknologi yang oleh Piaggio diberi judul ‘High Performance Engine’ alias HPE. Hasilnya,, dari teknologi baru tersebut, Vespa GTS 300 Supertech HPE mampu meraih power maksimum sebesar 17,5 kW/8.250 rpm dan punya torsi puncak sebesar 26 Nm/5.250 rpm… Sedangkan GTS 300 standar, power maksimumnya 15,6 kW/7.750 rpm dan torsi puncaknya hanya mencapai 22 Nm/5.000 rpm.

Terus, sebesar apa sih perbedaan teknologi mesin Vespa 300 GTS 2019 Supertech dengan GTS 300 biasa??

Banyak Om… Semuanya beda. Meski kapasitas silindernya sama-sama 278,3cc,, tapi konstruksi mesin dan lain-lainnya berbeda. (Yudi Riswanto, Technical Trainer Manager PT Piaggio Indonesia – DetikOto, 28/9/2019).

Vespa GTS 300 Super Technical Specifications

Untuk lebih jelasnya,, berikut ini Mtb rangkum beberapa detail perbedaan mesin Vespa GTS 300 Supertech dengan GTS 300 biasa…

1. Struktur / konstruksi mesin Vespa GTS 300 HPE Supertech berbeda dibanding GTS 300 terdahulu… Part-partnya banyak yang baru… Baik itu crankcase, crankshaft, piston, silinder, kepala silinder, CVT, motor starter, throttle body, sistem timing, V-belt tensioner dan penekan injeksi…

Advertisement

2. Tekanan pompa bensin Vespa GTS 300 Supertech lebih tinggi… Tekanannya hingga di atas 3 bar, sedangkan pada versi lama hanya 2,5 bar saja…

3. Injektor multijet… Lubang injektornya ada empat, sedangkan GTS 300 versi lama, lubang injektornya hanya dua-tiga saja

4. Desain kubah piston dan kepala silinder baru… Jadi, meskipun rasio kompresinya tetap, tapi hasil pembakarannya jadi lebih sempurna

5. Sistem Electronic Control Unit (ECU) baru… Yaitu Marelli Integrated Unit (MIU) G4, sedangkan GTS 300 lama pakai MIU G3

Sebetulnya secara umum, MIU G4 masih sama dengan MIU G3. Tapi memang ada yang beda dari keduanya,, dimana MIU G4 telah menggunakan sistem injeksi dual spark dengan berbagai improvisasi yang maksimal

6. Disinilah hasil perbedaan dari penggunaan MIU G4… Busi jadi memercik dua kali dan dua-duanya di atur oleh ECU. Satu percikan untuk standar pembakaran dan satu percikan lagi diatur sesuai kecepatan mesin. Maka hasilnya, pembakaran jadi lebih optimal. Bahan bakar yang telah mengabut dibakar oleh percikan pertama dan jika ada sisa yang tidak terbakar, maka sisa tersebut akan dituntaskan oleh percikan kedua.

Terus…??

Pembakaran jadi lebih optimal… Performa mesin meningkat signifikan dan emisi gas buang menurun. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *