6 Cara Agar Motor Irit Bensin (Tips Sederhana)

Motorisblog.com – Om Bro…!! Meski motor-motor jaman now sudah relatif hemat dalam hal konsumsi bahan bakar, namun sebagian orang masih ada yang mencari-cari tahu cara agar motor irit bensin. Maksudnya supaya bisa lebih hemat lagi…

Disini Mtb bukan akan share tentang cara supaya motor irit dengan mengubah bagian-bagian tertentu pada motor, namun hanya akan mengingatkan Om Bro sekalian perkara cara berkendara dan perkara perawatan motornya saja…

Hokeh, kita cekidot bae Om…

Tips Agar Motor Irit Bensin

1. Berkendara Secara Smooth

Pada situasi jalanan padat dan macet, mau tidak mau memang konsumsi bahan bakar jadi lebih boros.

Kenapa??

Karena motor melaju dengan cara stop & go. Sementara Om Bro sekalian tahu bahwa banyaknya konsumsi bahan bakar ialah saat kita membetot gas. Sedangan dengan kondisi stop & go, berarti kita sering pisan membetot gas dari kondisi motor diam untuk melaju.

Tapi dengan cara mengurut bukaan gas secara smooth, maka konsumsi bahan bakarnya tidak akan seboros jika Om Bro membetotnya secara sekaligus.

Kemudian dalam situasi lain jika Om Bro berada dijalanan yang lengang, stabilkan kecepatan secara konstan. Dengan begitu konsumsi bahan bakar pun akan relatif lebih irit.

Juga jangan memacu motor terlalu kencang Om… Selain berbahaya bagi keselamatan, konsumsi bahan bakar pun jadi lebih boros.

2. Jaga Tekanan Angin Ban Sesuai dengan Anjuran Pabrikan

Mtb pernah mendengar ada orang yang berasumsi bahwa pada perjalanan jauh, sebaiknya tekanan angin dikurangi. Alasannya untuk mengantisipasi pemuaian yang dapat menyebabkan pecah ban.

Tapi setelah Mtb mencari informasi dari sumber lain yang kredibel, ternyata sama sekali tidak ada anjuran seperti itu. Tetap saja tekanan angin ban yang terbaik ialah yang sesuai dengan anjuran pabrikan.

Kenapa??

Karena pabrik ban pun sudah memperhitungkan segala toleransi antara tekanan angin ban dengan kekuatan ban terhadap pemuaian oleh suhu panas. Dan ternyata benar Om… Selama ini Mtb selalu menjaga tekanan angin ban sesuai anjuran. Tidak pernah sekali pun Mtb mengurangi tekanan angin ban meski Mtb tengah menempuh perjalanan jauh hingga 300-an kilometer. Yang penting kondisi dan ketebalan profil ban masih laik pakai.

Lantas apa hubungannya antara tekanan angin ban dengan konsumsi bahan bakar??

Jelas ada Om… Jika ban motor kurang angin, maka tarikan mesin ke roda pun jadi lebih berat. Yang artinya konsumsi bahan bakar pun jadi lebih boros.

Selain itu, Mtb sendiri sih merasa justru ban yang kurang angin malah membuat berkendara jadi tidak nyaman. Ada feel limbung dan akselerasi motor jadi lemot,,… ngga enak pisan Om…

Terus, dengan kebiasaan ban sering kurang angin, dinding ban bagian samping jadi mudah retak Om… Dalam jangka panjang jelas membuat ban cepat rusak dan berpotensi pecah ban saat dalam perjalanan.

Jadi judulnya, tetap tekanan angin ban yang terbaik ialah yang sesuai dengan anjuran pabrikan.

3. Ganti Oli Mesin Secara Teratur Sesuai Anjuran

Menurut keterangan dari web Federal Oil, sering telat ganti oli akan membuat mesin cepat panas. Dan salah satu imbas dari kondisi tersebut ialah konsumsi bahan bakar menjadi boros.

Ganti oli mesin motor secara teratur sesuai dengan anjuran pabrikan. Sesuaikan viskositas (kekentalannya (SAE)), standar mutunya (API), dan jenis kopling motornya (JASO). Sesuaikan semua dengan anjuran pabrikan motor Om Bro masing-masing.

Patuhi juga anjuran interval penggantiannya. Umumnya pabrikan menganjurkan penggantian oli motor entry level pada kisaran 3.000-4.000 km sekali. Atau jika Om Bro ingin lebih aman, ganti oli mesin setiap 2.000 km sekali.

4. Rawat / Ganti Busi Sesuai Ketentuan

Jika busi sudah tidak laik pakai, maka pembakaran tidak sempurna. Karena pembakaran yang tidak sempurna, konsumsi bahan bakar pun jadi boros.

Selalu gunakan busi yang sesuai dengan spesifikasi mesin motor Om Bro masing-masing. Lihat buku panduan manual motor Om Bro untuk informasi merk dan tipe busi yang dianjurkan.

Jangan hanya menilai busi dari panjang ulir dan rupa fisiknya saja… Karena busi yang identik secara ukuran, belum tentu sama spesifikasinya secara keseluruhan.

Busi memiliki usia pakai ideal… Karenanya pabrikan pun memberi anjuran untuk selalu mengganti busi secara teratur agar pembakaran tetap sempurna.

Pada umumnya, pabrikan motor menyarankan penggantian busi setiap 6.000-8.000 km sekali untuk motor-motor entry level.

5. Rawat Motor dengan Service Berkala

Biasanya jadwal service ringan yang dianjurkan pabrikan ialah sama dengan jadwal penggantian oli mesin. Yakni setiap 3.000-4000 km sekali.

Apa tujuannya??

Tujuannya ialah agar motor selalu terjaga dalam kondisi prima. Karena jika Om Bro rutin servis di bengkel resmi, seluruh komponen motor akan diperiksa, diperbaiki, atau diganti jika perlu.

Lantas, apa hubungannya dengan konsumsi bahan bakar??

Kita ambil contoh yang paling sederhana saja Om… Misale nih, Om Bro tidak begitu bisa memahami kondisi motor, kemudian motor tidak di servis secara rutin, maka bisa saja ada kerusakan pada bagian-bagian tertentu yang tidak terkontrol oleh Om Bro sendiri. Anggap lah hanya sekedar setelan rem saja yang terlalu erat, itu akan membuat putaran roda tidak lancar. Selanjutnya karena putaran roda tidak lancar, maka konsumsi bahan bakar pun jadi lebih boros.

Bagaimana hubungannya??

Hubungannya adalah… Jika putaran roda tidak lancar, maka beban mesin juga jadi lebih berat. Tenaga mesin yang dikeluarkan jadi lebih besar untuk dapat menjalankan motor. Artinya jelas konsumsi bahan bakar jadi boros.

Itu hanya contoh kecil Om… Masih banyak kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa membuat motor jadi boros bensin jika motor tidak dirawat dengan baik.

6. Jaga Agar Filter Udara Selalu Bersih

Bagi motor yang menggunakan filter kering, setiap kali servis rutin biasanya filter akan dibersihkan. Kemudian pada servis-servis berikutnya, filter udara akan diganti jika sudah tidak laik pakai lagi.

Sementara untuk motor yang menggunakan filter basah, bengkel resmi biasanya tidak akan melakukan langkah pembersihan. Iya Om… Filter basah tidak dibersihkan, tapi langsung diganti pada interval tertentu. Biasanya sih setiap 16.000 km sekali.

Lantas apa hubungannya filter udara dengan konsumsi bahan bakar??

Jika filter udara dibiarkan dalam kondisi kotor, otomatis suplai udara untuk percampuran dalam pengabutan bahan bakar jadi tidak sempurna. Akibatnya motor jadi boros bahan bakar.

Om Bro… Sejauh ini sepeda motor masih menjadi alat transportasi favorit masyarakat Indonesia untuk aktivitas harian.

Selanjutnya bagi pemilik motor, membeli bahan bakar jelas menjadi salah satu kebutuhan.

Untuk menekan biaya belanja bahan bakar, kita perlu menerapkan cara-cara di atas agar konsumsi BBM jadi lebih irit.

Yup… Cukup dengan cara-cara di atas saja… Tidak perlu mengorek mesin supaya motor jadi irit BBM. Karena jika pun motor jadi lebih irit akibat di korek, jelas performa-nya akan menurun. (Mtb – Cara Agar Motor Matic Irit Bensin).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *