4 Gejala / Ciri Shock Belakang Motor Rusak

Motorisblog.com – Om Bro…!! Mengendarai motor bukanlah hanya sekedar jalan saja. Agar motor selalu dalam kondisi aman dan nyaman, kita harus memperhatikan dan merawat motor. Salah satunya memperhatikan kinerja dan kondisi suspensi. Nah,, kali ini Mtb akan berbagi cerita tentang beberapa gejala alias ciri shock belakang motor rusak, utamanya shock motor matic dimana kebanyakan model motor matic yang beredar di Indonesia menggunakan monoshock samping.

Sebenarnya ciri-ciri ini pun terasa sama pada semua jenis motor… Bukan hanya motor matic saja,, tapi juga motor bertransmisi manual. Hanya saja karena jumlah populasi motor matic amat dominan di Indonesia,, jadi Mtb minta maklumnya saja jika Mtb condong pada kata “matic”.

Betul Om… Populasi skutik menjadi mayoritas di dunia persilatan motor tanah air sejak beberapa tahun ke belakang. Alasannya sih jelas,, bahwa berarti masyarakat Indonesia suka dengan kepraktisan. Secara,, motor matic manjadi model motor yang paling mudah dikendarai dibanding motor bebek, apalagi model sport.

Iya Om… Menunggang motor matic itu gampang pisan… Hanya butuh gas dan rem… Patut pisan jika banyak orang yang bisa dengan mudah menunggang motor matic.

Tapi pun mudah dikendarai,, tidak semua orang bisa dan mau merawat motor supaya awet, aman dan nyaman. Banyak diantaranya yang hanya bisa mengendarai tapi tidak mau memperhatikan perkara perawatan dengan sebaiknya.

Dalam hal perawatan motor, ada banyak bagian yang harus di servis secara rutin. Om Bro dapat melihat jadwal perawatan berkala pada buku panduan manual motor Om Bro masing-masing untuk lebih jelasnya.

Salah satu dari bagian motor yang harus diperhatikan adalah perangkat suspensi alias shockbreaker. Utamanya shock belakang motor matic yang menggunakan monoshock samping.

Secara jadwal perawatan, rear curshion unit (RCU) alias shock absorber alias shockbreaker tidaklah membutuhkan servis secara berkala. Shockbreaker hanya perlu di perbaiki atau diganti ketika ia telah rusak.

Tapi pun begitu,, sebagai pemilik motor yang baik,, kita tetap kudu memperhatikan shockbreaker.

Tidak usah berfikir bagaimana cara merawat shock karena sebenarnya tidak ada perawatan apa-apa yang harus kita lakukan pada shockbreaker. Kita hanya harus menjaga kebersihan di bagian-bagian sensitif saja,, misale pada bagian as shock.

Kenapa??

Karena jika kotoran dibiarkan menempel pada as shock, lama-kelamaan dapat menimbulkan baret akibat gesekan dari partikel-partikel debu yang menempel disana. Dan jika terus dibiarkan, dalam jangka panjang dapat membuat seal rusak sehingga oli shock merembes keluar.

Kemudian jika sudah seperti itu,, jelas shock harus di repair ke tukang spesialis shockbreaker,, atau bahkan sekalian ganti shock baru.

Tapi…

Masih ada tapinya lagi Om…

Kebanyakan dijaman now desain shockbreaker sudah dibuat model minim perawatan dengan adanya pelindung (penutup) as shock di bagian dalam. Jadi untuk perkara perawatan kebersihan as shock,, tulisan di atas Mtb maksudkan untuk shock yang modelnya tanpa pelindung bagian dalam.

Yo wiss… Sekarang kita cekidot pada bahasan ciri shock belakang motor rusak,,

Gejala Shock Belakang Motor Rusak

1. Oli Bocor

Gejala kerusakan shockbreaker yang paling nyata secara kasat mata adalah adanya kebocoran oli. Tapi ini bukan satu-satunya gejala kerusakan shock… Masih ada gejala-gejala yang lain berikutnya…

2. Shock Mati (Keras)

Jika Om Bro merasa bantingan / ayunan / rebound mulai berkurang saat melewati jalanan jelek,, pun itu salah satu pertanda shockbreaker mulai rusak.

3. Shock Tidak Stabil Saat Bermanuver

Mtb pernah mengendarai motor yang shock belakangnya mati. Asli ngepot Om… Saat manuver rada ekstrim sedikit saja,, roda belakang serasa ngebuang ke luar. Apalagi jika jalanannya ngga bagus-bagus amat… Terasa pisan ngebuangnya.

4. Serasa Mentok

Jika berboncengan atau mengangkut beban berlebih memang ada kalanya shockbreaker mentok. Namun jika shock mentok saat beban normal,, itu artinya shockbraker sudah mulai rusak. Misalnya saja serasa menjeduk saat melalui polisi tidur atau saat melintas di jalanan yang tidak rata.

Gejala shock menjeduk bisa terjadi akibat kebocoran oli atau pun karena pegas yang sudah lemah sehingga jarak mainnya terlalu rendah. (Mtb).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: