busi

4 Cara Agar Busi Awet dan Performa Kendaraan Tetap Terjaga

Motorisblog.com – Cara agar busi awet – Om Bro…!! Sebenarnya komponen pembakar BBM yang satu ini termasuk fast moving part… Dia harus diganti secara rutin sesuai anjuran pabrikan. Jadi meskipun awet, dia tetap harus diganti pada waktunya.

Tapi pun begitu, penting menjaga agar busi motor awet supaya pembakaran tetap optimal hingga masa penggantian berikutnya.

Kenapa…??

Karena jika pembakaran tidak sempurna, maka performa kendaraan pun akan menurun, dan lambat-laun timbul kerak di ruang bakar.

Tips Agar Busi Awet

1. Tepatkan Campuran Udara dan Bahan Bakar
Om Bro bisa lihat pada kepala busi… Jika warnanya abu-abu, berarti campuran bahan bakarnya terlalu kering (udara banyak, bensin sedikit), sedangkan jika warnanya hitam, berarti campurannya terlalu basah (bensin terlalu banyak, udara hanya sedikit).

Campuran bahan bakar yang tepat akan memunculkan warna merah bata pada busi.

Jika Om Bro tidak memahami cara menyetel campuran udara dan bahan bakar yang tepat, serahkan pada bengkel yang terpercaya.

Campuran bahan bakar yang tidak tepat dapat memperpendek usia busi.

2. Pastikan Tidak Ada Kebocoran Kompresi
Ciri-ciri mesin yang telah mengalami kebocoran kompresi ialah tenaga sering ngempos dan mesin sering mati sendiri secara mendadak.

Kebocoran kompresi timbul akibat tekanan ring seher ke dinding silinder yang sudah tidak kedap lagi. Bisa jadi karena ada goresan di dinding silinder, atau pun sebab lainnya.

Kompresi mesin yang telah mengalami kebocoran pun akan mengurangi usia pakai busi.

3. Pastikan Ruang Bakar Selalu Bersih
Selalu gunakan bahan bakar sesuai dengan yang di anjurkan oleh pabrikan mobil/motor Om Bro masing-masing. Jangan gunakan additive bahan bakar yang belum jelas kualitasnya.

Gunakan bahan bakar yang sesuai dengan rasio kompresi mesin. Rasio kompresi tinggi, gunakan bahan bakar RON tinggi (Pertamax – Pertamax Turbo). Demikian sebaliknya, apabila rasio kompresi mesin rendah, maka gunakan bahan bakar yang punya RON rendah pula (Pertalite).

RON bahan bakar yang tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin akan menimbulkan pembakaran yang tidak sempurna. Akibatnya akan timbul kerak di ruang bakar.

Banyaknya kerak di ruang bakar pun akan memperpendek usia pakai busi.

Secara sederhana, rasio kompresi mesin yang rendah dapat di anggap pada angka di bawah 10,0:1. Sedangkan rasio kompresi yang tinggi berada di atas 10,0:1. Lihat buku panduan pemilik atau lihat di situs resmi pabikan untuk mengetahui rasio kompresi kendaraan Om Bro masing-masing.

Ciri sederhana untuk membedakan rasio kompresi mesin motor ialah pada sistem pendinginannya. Mesin motor yang berkompresi tinggi pasti menggunakan sistem pendingin cairan (loquid cooled – radiator). Sedangkan rasio kompresi mesin motor yang rendah hanya cukup menggunakan sistem pendinginan udara saja (tanpa radiator).

Pastikan pula jangan telat mengganti oli mesin. Karena sepengalaman Mtb, sering terlambat mengganti oli pun akan menimbulkan kerak pada klep dan ruang bakar. Apa lagi jika oli sering susut sehingga volumenya tidak sesuai dengan anjuran pabrikan…

Jika oli mesin sering susut, selain hanya timbul kerak, piston & dinding silinder pun akan cepat aus sehingga menimbulkan kebocoran kompresi.

4. Biasakan Berkendara Secara Smooth
Menurut Teknikal PT NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano, cara berkendara stop & go pun ikut mempengaruhi usia busi, meskipun pengaruhnya tidak signifikan. So… Usahakan untuk selalu berkendara secara smooth… Jangan kasar dengan menyentak-nyentak gas secara sekaligus. (DetikOto, 25/3/2019).

Demikian sedikit tips agar busi awet…

Tapi Om… Meskipun busi awet, ia tetaplah komponen fast moving yang sebaiknya rutin diganti sesuai jadwal yang dianjurkan pabrikan.

Diko menganjurkan penggantian busi motor setiap 6.000 km sekali. Sedangkan untuk busi mobil, anjurannya ialah setiap 20.000 km sekali.

Busi yang telah melewati usia pakai normal sudah tidak mampu memberikan pembakaran yang sempurna. Percikan listriknya telah mengecil dan tidak lagi fokus. Akibatnya bisa timbul miss fire alias gagal pembakaran, yang akhirnya akan menimbulkan kerak di ruang bakar.

Salah dua dari ciri-ciri busi yang sudah saatnya diganti ialah sering terjadi loss power dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dari biasanya. (Mtb).

Spread the love

Tinggalkan komentar