3 Mitos Motor Baru, Matik dan Injeksi yang Salah Kaprah

Motorisblog.com – Om Bro…!! Hingga dijaman modern sekarang ini, kadang Mtb masih suka mendengar paham sesat perkara mitos motor baru, mitos motor matic, dan mitos motor injeksi.

Nah, salah satu yang masih lumayan kuat pengaruhnya di masyarakat adalah mitos motor baru tidak boleh boncengan…

Om Bro…!! Dilihat dari ukurannya, merawat motor jelas lebih sederhana dan lebih murah dibanding merawat mobil. Namun begitu, bagi seorang yang tidak paham, hal kecil pun bisa menjadi kesalahan besar. Dan parahnya, kadang ada hal yang salah kaprah namun sudah terlanjur menyebar luas sehingga dianggap benar.

Nah, berikut ini Mtb ciduk 3 pandangan sesat yang oleh sebagian orang dianggap benar…

1. Pada Masa Inreyen Tidak Boleh Ngebut dan Tidak Boleh Berboncengan
Di jaman old, ajaran itu mungkin saja bisa dianggap benar. Soale mesin jaman dulu tingkat presisinya kurang bagus. Berbeda dengan jaman now, dimana komponen mesin motor sudah presisi pisan sejak baru keluar dari pabriknya. So, tidak ada pantangan berboncengan dan berkendara dengan kecepatan tinggi.

Namun begitu, tetap tidak boleh menggeber motor hingga mentok gas, atau pun berkendara dengan akselerasi atawa manuver ekstrim, …karena gerak tiap komponen belumlah lancar.

Kemudian jika kembali membahas paham dari jaman old itu, sebenarnya sejak era Astrea Star dan Honda GL series pun tidak ada pantangan berboncengan saat inreyen. Yang pernah Mtb baca dari buku panduan motor Honda di era 1990-an hanyalah tidak boleh berkendara secara ekstrim selama masa inreyen, …misale saja dengan berboncengan bertiga atau pun berboncengan dijalanan menanjak ekstrim.

Pokoke cuma ngga boleh ekstrim. Gitu tok doang.

Itu yang dapat Mtb ciduk dari buku panduan motor Honda entry level. Namun demikian, brand-brand lain juga Mtb pikir tidak akan jauh berbeda dalam hal inreyen.

2. Tidak Boleh Mendorong Motor Matic yang Mogok
Laahh…!! Apa hubungannya…?? Motor skutik itu dalam kondisi berhenti, roda tidak terkoneksi ke mesin. Malahan saat melaju pun jika kecepatannya amat rendah, jika grip gas di tutup maka koplingnya off. Transmisi off. Bahkan faktor ini kerap di anggap bahwa motor skutik tidak punya engine brake.

Padahal ada, tapi pada kecepatan tertentu… minimalnya harus di atas 10 km/jam.

Maka dari itu, dapat dipastikan ketika mesin mati pun tidak ada hubungan antara putaran roda dengan sistem transmisi pada motor skutik. Jadi aman didorong…

3. Memanaskan Mesin Selama 10 Menit
Entah dari mana asalnya, tapi kadang ada orang yang menganggap bahwa perlu (bahkan harus) memanaskan mesin motor di pagi hari selama 10 menit atau lebih.

Penjelasannya begini Om… Di era 1990-an saja Honda hanya menyarankan pemanasan mesin selama 1 menit – 2 menit saja. Itu jaman old lho ya… dimana sistem pengabutan masih karburator. Lah apa lagi di jaman now ketika kebanyakan mesin motor sudah menggunakan injektor. Tentu keliru pisan jika ada anjuran untuk memanaskan mesin selama 10 menit.

Lah iya Om… Dengan sistem injeksi, maka komputer akan dengan sendirinya menyesuaikan campuran suplai bahan bakar dan udara. …yang dengan demikian maka suhu mesin akan optimal dengan sendirinya dalam waktu singkat.

Tapi pun begitu, bukan berarti sama sekali tidak boleh memanaskan mesin. Untuk sekedar 1 menit saja, memanaskan mesin baik untuk sirkulasi oli. Dengan demikian, pelumasan di dalam mesin telah berlangsung sempurna sebelum Om Bro mulai berkendara, …sehingga durabilitas komponen dalam mesin menjadi lebih awet. (Mtb – Mitos Motor Baru, Matik dan Injeksi).

2 tanggapan untuk “3 Mitos Motor Baru, Matik dan Injeksi yang Salah Kaprah

  • 5 Januari 2019 pada 08:01
    Permalink

    Halo om. Saya mau tanya tapi maaf oot. Jadi setelah saya baca2 blog nya yang masalah diduga melakukan kegiatan yang mencurigakan. Disitu tertulis bahwa akun akan anyep 5 hari. Nah oom kan udah lewat 5 hari nih yang pasti kan. Jadi yang mau saya tanyakan itu. Apa sekarang sudah spt biasa lagi spt sebelumnya blum dapet notifikasi tindak kecurigaan?

    Balas
    • 5 Januari 2019 pada 08:16
      Permalink

      Sebenarnya komentarnya salah kamar ini Om… Tapi ngga apa-apa, kita diskusi disini.

      Soal itu, lebih amannya 6 hari Om… Disini biasanya gitu. Tapi belakangan ini udah ngga bisa berpatokan pada notifikasi lagi. Jadi meskipun ngga ada notifikasi, tetep ada anyepnya. Saya perhatikan disini ada siklus anyep gacor. Dan sayangnya dikota kecil ini anyepnya lebih lama ketimbang gacornya. Anyep 6 hari, gacornya cuma 1-2 hari.

      3 hari lalu temen-temen komunitas disini ada pertemuan ama staff Grab, dan ternyata pihak staff juga ngga bisa kasih penjelasan yang terang. Mereka cuma janjikan bakal sampaikan ke atas soal kekacauan sistem ini.

      Balas

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: