11 Perilaku Pengendara Sepeda Motor yang Membahayakan Orang Lain

Motorisblog.com – Om Bro…!! Meskipun Mtb ini seorang biker,, namun Mtb tetap sering merasa jengkel dengan perilaku pengendara sepeda motor yang serampangan di jalan. Karena dengan tingkah laku yang serampangan, bukan hanya dirinya sendiri yang dalam bahaya, tapi juga membahayakan pengguna jalan lain.

Yup… Selama ini Mtb sering mendapati perilaku pengendara di jalan yang seolah tak tahu aturan. Akibatnya banyak kecelakaan lalu lintas yang terjadi gegara hal yang sebenarnya hanya sepele.

Apa sajakah hal-hal sepele yang dapat membahayakan di jalan??

Sebetulnya ada banyak pisan Om… Nah,, dari yang banyak itu,, Mtb menciduk beberapa diantaranya, berikut ini,,

1. Modifikasi yang Tidak Aman

Percaya atau tidak, Mtb pernah mendapati ada orang yang mencopot perangkat rem depan pada motornya. Alasannya supaya akselerasi motor jadi ringan dan dapat meraih kecepatan dalam waktu singkat.

Lah kalo urusannya buat balapan (drag) sih monggo saja… Tapi ketika motor seperti itu digunakan di jalan raya,, tentu besar sekali bahayanya. Secara,, dalam hal pengereman, rem depan jauh lebih efektif dibanding rem belakang. Jadi jika rem depan blong atau bahkan dicopot sekalian,, jelas motor jadi berpotensi “nyelonong” saat Om Bro melakukan pengereman.

Itu hanya salah satu contoh saja Om… Masih banyak lagi contoh modifikasi yang membahayakan,, misale aplikasi ban cacing dan sebagainya.

Om Bro… Setiap pabrikan tentunya telah merancang sepeda motor untuk dapat dikendarai secara aman di jalanan umum. Semua yang dirancang pabrikan telah melalui banyak langkah perhitungan yang aman dalam hal desain, rangka dan mesin. Jadi jika misale Om Bro ingin tampil beda dengan tunggangan yang Om Bro miliki,, seyogianya hanya melakukan modifikasi dalam batas-batas kewajaran. Jangan memodifikasi motor secara berlebihan karena dapat membahayakan keamanan dan keselamatan berkendara.

Kecuali jika Om Bro melakukan modifikasi untuk keperluan khusus,, misale untuk balapan atau untuk mengikuti kontes modifikasi. Itu lain lagi ceritanya Om…

Itu pun jika balapannya balapan resmi,, bukan balapan liar…

2. Menerobos Lampu Merah

Mtb juga kerap mendapati pengendara motor yang menerobos lampu merah. Mungkin dia pikir situasi aman karena tidak ada kendaraan yang melaju dari arah lain. Tapi pun begitu,, tetap saja cara pelanggaran seperti itu membahayakan, utamanya bagi pengguna jalan lain. Faktanya,, Mtb pernah mendapati ada kecelakaan akibat seorang pengendara motor menerobos lampu merah.

3. Melawan Arus Lalu Lintas

Dengan alasan jauh kalau memutar,, banyak orang yang memilih melawan arus lalu lintas ketika mengendarai motor. Iya Om… Rendahnya kesadaran akan tertib berlalu lintas membuat banyak pemotor berani melanggar peraturan. Padahal mereka tahu jika polahnya dapat membahayakan orang lain,, tapi tak urung membuat mereka acuh.

Iya Om… Mtb jengkel pisan ketika bertemu pemotor yang melawan arus. Andai Mtb tidak memikirkan efek yang lebih panjang,, pengen pisan rasanya Mtb tendang orang yang kayak gitu. Wkwkwkwk…!!

Apalagi kalo jalanan lagi macet. Halaaahh… Malah jadi tambah macet oleh orang yang melawan arus.

Hehe… Tapi ya ngga gitu juga sih Om… Mtb ngga se-frontal itu nendang-nendang orang di jalanan…

4. Main HP

Pernahkah Om Bro mendapati pemotor yang membuka pesan / menelepon sambil berkendara?? Mtb rada sering melihat yang seperti itu Om… Padahal kalau dia menepi sebentar pun tidak akan menghabiskan waktu berjam-jam.

Apa sih bahayanya main HP sambil bermotor??

Secara konsentrasi jelas jadi tidak fokus Om… Jika tidak fokus,, respon pengendara jadi lambat ketika ada hal-hal yang tak terduga di depan.

Malahan bukan hanya itu Om… Mtb pernah beberapa kali mendapati pemotor yang lajunya limbung gegara dia membuka ponsel sambil melaju. Lah ini kan bahaya Om… Jika dia limbung ke arah kanan ketika ada kendaraan lain di sebelah kanan,, jelas beresiko terjadi gesekan. Begitu pun jika dia limbung ke sisi kiri,, bisa saja roda motornya terpeleset turun dari aspal jalanan hingga motornya tergelincir…

Iya sih kalo dia tergelincir dan jatuh sendiri… Bodo amat,, salah dia sendiri. Tapi bagaimana jika terjadi crash dengan pengendara lain?? Itu kan mencelakakan orang lain namanya Om…

5. Berhenti di Zebra Cross

Om Bro…!! Mengendarai sepeda motor memang lebih leluasa dibanding mengendarai mobil,, khususnya di kepadatan dan kemacetan jalanan kota. Tapi pun leluasa, bukan berarti motor dapat seenaknya melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Yup… Salah satu perilaku pemotor yang menjengkelkan ialah ketika ia berhenti di atas zebra cross. Pasalnya,, selain beresiko tersambar kendaraan dari arah lain,, berhenti di zebra cross juga menghalangi pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan. Karena sejatinya zebra cross dibuat untuk lintasan pejalan kaki,, bukan untuk berhenti motor.

Tidak hanya berhenti di atas zebra cross,, pemotor nakal juga acapkali berhenti melewati lampu merah.

Bagi pemotor yang tahu dan taat peraturan,, tentu ia akan berhenti dibelakang stop line sebelum zebra cross. Karena selain berbahaya,, berhenti di depan stop line juga bisa mempermalukan Om Bro sendiri… Misale saja jika ada petugas yang melihat dan menindak Om Bro dengan sanksi tilang… Atau juga Om Bro bisa dipermalukan oleh petugas melalui pengeras suara seperti pada video-video yang kerap beredar di sosial media.

6. Tidak Menggunakan Perlengkapan Keamanan

Hingga saat ini motor masih menjadi alat transportasi favorit masyarakat di Indonesia. Tidak hanya kaum pria,, kaum wanita pun banyak yang menggunakan sepeda motor untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Alasannya jelas karena motor lebih mudah dan lebih praktis dikendarai ketimbang mobil.

Selain itu,, harga motor pun jauh lebih terjangkau dibanding mobil. Belum lagi ditambah ketatnya persaingan antar lembaga pembiayaan (leasing) yang pada akhirnya membuat pembelian secara kredit menjadi amat mudah.

Nah, sekarang masalahnya adalah,, banyak orang yang punya motor tapi banyak juga yang tidak menyadari akan pentingnya safety gear. Lah iya Om… Jangankan jaket, sepatu, celana panjang tebal, sarung tangan dan sebagainya,, lah wong helm yang fungsinya sangat vital pun acap kali di abaikan oleh pemotor.

Alasan yang paling sering Mtb dengar adalah bahwa jarak berkendara yang di tempuh hanyalah jarak dekat… Makanya ia tidak mengenakan helm. Toh ngga ada polisi…

Lah,, memangnya ada jaminan kalau jarak dekat pasti tidak akan celaka?? Memangnya ada jaminan kalau jarak dekat pasti tidak akan jatuh??

Ngga ada jaminan Om… Siapa yang bisa jamin?? Faktanya di kampung Mtb pernah terjadi kecelakaan fatal sampai merenggut nyawa gegara si pengendara tidak menggunakan helm. Padahal perjalananya hanya jarak dekat.

Terus ko pakai alasan “ngga ada polisi”… Lah ko… Jadi dikiranya helm itu hanya untuk melindungi diri dari sanksi tilang polisi. Dia tidak menyadari bahwa fungsi helm ialah untuk melindungi kepala dari benturan,, bukan untuk melindungi diri dari tilang polisi.

7. Mengabaikan Kelengkapan Surat-surat Kendaraan

Ada dua hal yang wajib selalu dibawa saat kita mengendarai kendaraan bermotor,, yaitu Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Terus apa sih pentingnya STNK??

STNK adalah salah satu bukti bahwa kendaraan bermotor yang kita miliki / yang kita kendarai adalah kendaraan resmi yang dibeli secara legal. Juga sebagai kendaraan yang pemiliknya taat membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Bukan kendaraan hasil curian dan bukan kendaraan yang pemiliknya hanya mau mengendarai dan menikmati infrastruktur dari pemerintah tanpa mau membayar pajak.

Kalau SIM,, apa pentingnya??

Orang yang memiliki SIM, artinya dia mampu berkendara dengan baik. Juga memahami aturan lalu lintas untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Apa hubungannya??

Hubungannya ialah karena ketika seseorang membuat SIM,, maka ia akan mendapat bimbingan / penyuluhan pada saat ujian teori dan ujian praktek dalam proses permohonan pembuatan SIM.

Katanya ada “SIM nembak”??

Soal isu itu,, Mtb tidak tahu apakah sebenarnya ada atau tidak. Tapi yang jelas Mtb kembalikan pada pemikiran Om Bro masing-masing… Bagaimana prosesnya saat Om Bro membuat SIM?? Apakah Om Bro sudah paham cara berkendara yang sopan, yang baik dan yang benar?? Apakah Om Bro sudah layak untuk memiliki SIM atau belum??

Om Bro…!! Sekali lagi Mtb katakan,, motor memang mudah dikendarai… Juga praktis digunakan untuk menerobos kemacetan jalanan kota… Tapi bukan berarti kita bisa seenaknya melanggar peraturan lalu lintas demi ego dan kepentingan pribadi. Ingatlah bahwa jalanan yang kita lalui bukanlah jalan milik pribadi,, tapi jalan umum untuk siapa pun yang melaluinya.

So,, selain menjaga keselamatan diri sendiri,, kita juga harus memperhatikan keamanan dan keselamatan pengguna jalan lain. Jangan berperilaku seenaknya yang dapat mengganggu ketertiban lalu lintas dan membuat kesal orang lain.

8. Tidak Menyalakan Sein dan Memotong Jalur

Ada kalanya seorang pemotor memotong jalan orang lain saat mendahului (menyalip). Padahal cara itu amatlah berbahaya bagi keselamatan.

Untuk mendahului kendaraan lain secara aman, biasakan memberi sinyal dengan menyalakan lampu sein. Demikian juga ketika Om Bro hendak berbelok atau hendak berpindah lajur, nyalakanlah lampu sein untuk memberitahuan arah Om Bro pada pengendara lain di belakang dan di depan dari lawan arah.

Idealnya, nyalakan sein sekira 100-200 meter sebelum Om Bro berbelok. Jangan berbelok mendadak karena dapat membuat pengendara lain terkejut dan dapat menimbulkan kecelakaan.

9. Tidak Mau Mengalah

Indahkan keberadaan pengendara lain… Jangan egois meski Om Bro tengah memburu waktu. Juga jangan terpancing jika ada orang lain yang egois.

Ketika kita menghadapi situasi genting di jalanan,, tidak usah mencari-cari siapa yang salah. Tetap utamakan keselamatan. Mengalahlah meski (umpamanya) Om Bro tidak berada pada posisi yang salah.

Biasakan diri juga untuk mengalah pada pejalan kaki, karena jalan raya bukanlah hanya untuk kendaraan bermotor saja. Disana juga ada hak pejalan kaki, misalnya saja di area zebra cross.

10. Melalui Trotoar

Di kota-kota besar seperti Jakarta, Mtb sering mendapari pemotor yang melintas di trotoar saat jalanan macet. Kita juga faham Om,, ada kalanya kita terburu-buru saat berpacu dengan waktu atau pun saat kita ingin cepat mencapai tujuan. Tapi apa pun alasannya,, tetap saja bermotor di trotoar tidaklah dapat dibenarkan.

Jika pun Om Bro takut terlambat masuk kerja,, maka biasakan diri untuk berangkat lebih awal. Bukan malah sembarangan dan serampangan di jalan. Sadarilah bahwa trotoar adalah hak pejalan kaki,, bukan bagiannya untuk kendaraan bermotor.

Selain itu, struktur bangunan trotoar pun tidak sekuat struktur jalan raya. Jadi jika trotoar sering dilintasi kendaraan,, jelas dia akan cepat rusak.

11. Putar Balik Sembarangan

Satu hal lagi,, Mtb juga kerap mendapati pemotor yang putar arah di area yang ada rambu larangan putar balik. Mtb sih tidak banyak komentar… Mtb hanya menyayangkan jika Om Bro melakukan pelanggaran itu kemudian Om Bro tersambar kendaraan lain… Disitu Om Bro ruginnya double. Rugi kecelakaan dan juga harus mengganti kerugian orang lain lantaran disitu posisinya Om Bro yang salah… (Mtb).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: